RADARCIREBON.ID – Dampak musim kemarau yang dipicu ancaman El Nino mulai dirasakan warga di wilayah utara Kabupaten Majalengka. Salah satunya dialami masyarakat RT 06 RW 02, Desa Babakan, Kecamatan Kertajati, yang mulai kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Selama sekitar satu bulan terakhir, warga harus lebih cermat mengatur penggunaan air karena debit air yang mengalir ke rumah-rumah menurun sejak musim kemarau tiba.
Salah seorang warga, Jamilah (47), mengatakan air yang sebelumnya mengalir lancar kini hanya tersedia pada waktu-waktu tertentu. Bahkan, setelah digunakan untuk mencuci, aliran air kerap terhenti selama satu hingga dua jam.
Baca Juga:Mojang Jajaka Harus Bisa Promosikan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif EST School Resmi Hadir di Indramayu, Hadirkan Sekolah Bertaraf Internasional
“Biasanya habis dipakai mencuci langsung mati. Baru satu atau dua jam kemudian mengalir lagi,” ujar Jamilah.
Menurutnya, kondisi tersebut baru terjadi pada musim kemarau tahun ini. Pada tahun-tahun sebelumnya, pasokan air di lingkungan tempat tinggalnya masih relatif aman.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, keluarganya memanfaatkan air yang mengalir pada malam hari dengan menampungnya di bak penampungan. Air itu kemudian digunakan untuk mencuci, sementara kebutuhan memasak dihemat semaksimal mungkin.
“Kalau malam ada air langsung kami tampung. Siang hari kadang tidak keluar sama sekali. Yang paling sulit untuk mencuci baju, sedangkan untuk memasak masih bisa diatur,” katanya.
Di tengah keterbatasan pasokan air, warga mendapat bantuan air bersih dari Polres Majalengka dalam rangka Hari ke-80 Bhayangkara. Bantuan tersebut disambut antusias karena dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Kepala Desa Babakan, Komarudin, mengatakan bantuan tersebut disalurkan kepada warga di satu blok yang terdampak kekeringan.
“Atas nama Pemerintah Desa Babakan, kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Kapolres atas bantuan air bersih kepada warga kami sehingga kebutuhan air bersih dapat terpenuhi,” ujarnya.
Baca Juga:Bupati Minta Menu MBG Bisa Diseragamkan, Warning SPPG Jangan Kejar UntungPastikan Kebutuhan Air Petani Cukup, Bupati Lucky Hakim Tinjau Normalisasi Saluran Irigasi di Wilayah Barat
Komarudin menjelaskan, wilayah terdampak dihuni sekitar 45 kepala keluarga atau 155 jiwa. Selain rumah warga, sebuah musala di lokasi tersebut juga mengalami kekurangan air bersih.
Ia menduga berkurangnya pasokan air dipengaruhi tingginya penggunaan air untuk kebutuhan pertanian. Meski demikian, kondisi tersebut dinilai belum tergolong parah karena kebutuhan air rumah tangga masih dapat dipenuhi apabila penggunaannya diatur dengan baik.
