RADARCIREBON.ID – Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon memperketat sistem quality control (QC) terhadap seluruh produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang dipasarkan di Mall UKM Kota Cirebon. Langkah ini dilakukan untuk menjamin mutu produk sekaligus memastikan keamanan pangan bagi konsumen.
Plt Kepala DKUKMPP Kota Cirebon Elmi Masruroh mengatakan, setiap produk yang masuk ke galeri didata secara menyeluruh, mulai dari identitas produk hingga masa kedaluwarsa. Pendataan dilakukan melalui pembukuan manual dan sistem komputer sebagai bagian dari pengawasan.
“Setiap barang yang masuk sudah terdata. Saat barang masuk juga langsung dicatat kapan masa kedaluwarsanya. Kami memiliki empat petugas store yang selalu mobile untuk memeriksa barang-barang yang ada di sini,” ujar Elmi saat ditemui di Kantor DKUKMPP Kota Cirebon.
Baca Juga:Antrean Panjang, Evaluasi Pengaturan APILLBalaikota Mulai Lengang, ASN Bersiap Bekerja di GCM, Meja Kursi Diangkut, Pekan Depan Kantor Aktif
Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan secara rutin untuk mengantisipasi produk kedaluwarsa tetap berada di etalase penjualan.
Masa kedaluwarsa produk disesuaikan dengan jenisnya. Produk makanan kering umumnya memiliki daya simpan hingga tiga bulan, sedangkan makanan basah hanya bertahan sekitar 10 hingga 14 hari.
Sebagai langkah antisipasi, pengelola menarik produk pangan dari etalase paling lambat 10 hari sebelum masa kedaluwarsa. Produk tersebut kemudian dikembalikan kepada pelaku usaha.
Saat ini, Mall UKM Kota Cirebon menampilkan beragam produk olahan pangan, seperti pastel kering, rengginang, kopi, hingga teh herbal. Selain itu, tersedia pula berbagai produk kerajinan, seperti tas kulit, kerajinan rotan, anyaman, dan kriya khas daerah.
Harga produk yang dipasarkan bervariasi, mulai dari makanan ringan seharga Rp3.000 hingga produk kerajinan berupa tas kulit yang mencapai Rp1,5 juta per unit. Mall UKM melayani pengunjung setiap hari pukul 08.00 hingga 19.30 WIB.
Elmi menyebutkan, saat ini sebanyak 460 pelaku UKM telah memasarkan produknya di Mall UKM Kota Cirebon. Mayoritas berasal dari Kota dan Kabupaten Cirebon.
Namun, jangkauan produk terus berkembang. Jika sebelumnya hanya berasal dari wilayah Ciayumajakuning, kini produk yang dipasarkan juga berasal dari sejumlah daerah di luar Jawa Barat, seperti Banjar hingga Provinsi Jambi melalui integrasi program Kunci Bersama Mall UKM.
