RADARCIREBON.ID – Bunyi bola yang memantul di atas meja tenis terdengar bersahut-sahutan memenuhi Atrium Grage City Mall. Sesekali terdengar tepuk tangan dan gelak tawa ketika sebuah pukulan mengecoh lawan.
Suasana turnamen kali ini terasa berbeda. Bukan hanya atlet yang bertanding, tetapi juga para pejabat, pimpinan perbankan, pengusaha, hingga direktur perusahaan ikut mengayunkan bet.
Di antara peserta tampak Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon Agus Muntholib, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon yang juga Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Cirebon Agus Sukmanjaya, pengusaha H. Roni Chaerul Ismail, General Manager PT Japfa Comfeed Dwi Priyastoko, Head Area BRI Gunungsari Andrie Vitra, Kepala Bank Mandiri Toni Yudha Wibowo, Direktur RS Pelabuhan Cirebon dr. Naharudin, Kepala Bulog Imam Mahdi, hingga Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon Kombang Trisna Diatmika.
Baca Juga:Antrean Panjang, Evaluasi Pengaturan APILLBalaikota Mulai Lengang, ASN Bersiap Bekerja di GCM, Meja Kursi Diangkut, Pekan Depan Kantor Aktif
Jabatan seolah ditinggalkan di luar arena. Mengenakan pakaian olahraga, mereka larut dalam pertandingan. Ada yang serius mengejar poin, ada pula yang saling bercanda ketika pukulannya menyangkut di net. Sorak-sorai penonton membuat suasana semakin hidup.
Ketua PTMSI Kota Cirebon Agus Sukmanjaya mengatakan, turnamen tenis meja ganda tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi sekaligus memasyarakatkan olahraga tenis meja.
“Kami ingin tenis meja semakin dikenal dan diminati masyarakat. Karena itu, selain atlet, kami juga mengajak para pejabat, pelaku usaha, dan berbagai kalangan untuk ikut bertanding. Menjelang Porprov Jawa Barat, kegiatan seperti ini juga menjadi bagian dari pembinaan atlet,” ujarnya.
Turnamen diikuti peserta dari berbagai klub tenis meja di Kota dan Kabupaten Cirebon serta daerah sekitarnya. Sejumlah atlet yang dipersiapkan tampil pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat juga ikut mengasah kemampuan melalui pertandingan tersebut.
Agus mengungkapkan, tahun ini Kota Cirebon mencatat sejarah dengan meloloskan dua atlet putri ke ajang Porprov Jawa Barat. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi modal penting bagi perkembangan tenis meja di Kota Udang.
“Usia mereka masih muda. Karena itu pembinaan fisik dan mental terus kami lakukan agar mampu bersaing di tingkat provinsi,” katanya.
