Pastikan Kebutuhan Air Petani Cukup, Bupati Lucky Hakim Tinjau Normalisasi Saluran Irigasi di Wilayah Barat

Lucky Hakim tinjau irigasi
Bupati Indramayu Lucky Hakim meninjau kegiatan normalisasi saluran irigasi di wilayah barat Kabupaten Indramayu, sebagai upaya memperlancar distribusi air untuk memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian, belum lama ini.
0 Komentar

INDRAMAYU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu terus memperkuat infrastruktur pertanian guna menjaga produktivitas sekaligus mendukung ketahanan pangan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah normalisasi saluran irigasi yang dipantau langsung oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim di tiga titik wilayah barat Indramayu. Yaitu di Kecamatan Kandanghaur dan Kecamatan Gabuswetan.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Lucky Hakim didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, Sugeng Heryanto saat meninjau lokasi di Desa Wirakanan, Kecamatan Kandanghaur. Sementara saat mengunjungi Desa Gabuskulon, Kecamatan Gabuswetan, ia didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Camat Gabuswetan, Rusyad Nurdin.

Bupati Lucky Hakim mengatakan, normalisasi dilakukan dengan mengeruk sedimentasi lumpur di saluran drainase yang berada di depan permukiman warga maupun di sepanjang jalan utama menggunakan alat berat. Kegiatan tersebut bertujuan mengatasi pendangkalan saluran yang selama ini menghambat aliran air, sekaligus mengurangi potensi genangan ketika musim hujan.

Baca Juga:Mahasiswa UMC dan UM Kupang Terapkan Living Laboratory Learning, Ruang Belajar Berpindah ke Tengah MasyarakatPUI Majalengka Perkuat Strategi Hijrah 

“Kita ingin memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat, terutama untuk kelancaran pasokan air bagi para petani,” ujar Lucky.

Selanjutnya, Lucky Hakim meninjau pintu air irigasi di Desa Wirakanan, Kecamatan Kandanghaur. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya menjaga kelancaran distribusi air menuju areal persawahan sebagai salah satu faktor utama penunjang produktivitas sektor pertanian.

“Kita upayakan yang terbaik agar air bisa terdistribusi ke sawah sehingga pertanian masyarakat semakin maju dan para petani semakin sejahtera,” tuturnya.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Saluran Irigasi Gabus–Wanguk yang saat ini juga tengah menjalani proses normalisasi melalui pengerukan sedimentasi dari pintu air hingga ke bagian hilir saluran.

Pengerukan tersebut dilakukan karena sedimentasi di saluran irigasi tersebut terus meningkat dalam dua tahun terakhir sehingga menyebabkan pendangkalan. Kondisi tersebut dipicu oleh endapan material tanah sisa pembangunan pembatas di sekitar pintu air, serta kebiasaan sebagian masyarakat membuang sampah ke saluran irigasi akibat belum tersedianya fasilitas tempat pembuangan sampah yang memadai.

Sementara itu, Plt Camat Gabuswetan, Rusyad Nurdin mengatakan, normalisasi saluran irigasi merupakan langkah yang sangat mendesak untuk mengatasi persoalan pendangkalan dan penyumbatan aliran air yang selama ini dikeluhkan para petani.

0 Komentar