RADARCIREBON.ID – Bupati Indramayu Lucky Hakim menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor pertanian melalui kolaborasi lintas sektor. Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Analisa dan Evaluasi Perjanjian Kerja Sama antara Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang digelar di Aula Premier Best Western, Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, Rabu (15/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Lucky Hakim menekankan bahwa Kabupaten Indramayu memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Dengan luas lahan pertanian yang sangat signifikan, menurutnya, Indramayu memiliki potensi besar untuk terus meningkatkan produksi pangan demi mendukung ketahanan pangan nasional.
Saat ini, produksi padi di Kabupaten Indramayu mencapai sekitar 1,8 juta ton per tahun. Angka tersebut diyakini masih dapat ditingkatkan hingga mencapai 2,5 juta ton apabila didukung dengan perbaikan infrastruktur pertanian, khususnya sistem pengairan.
Baca Juga:KDM Kunjungi Rumah Duka Korban Kecelakaan Pantura IndramayuMomentum MPLS, Polres Majalengka Berikan Edukasi Bahaya Narkoba dan Kenakalan Remaja
“Kalau normalisasi dan pengerukan saluran seperti Kali Bolang serta danau-danau dilakukan optimal, produksi bisa meningkat signifikan. Ini butuh anggaran besar, sekitar Rp600 miliar, tetapi dampaknya luar biasa bagi ketahanan pangan nasional,” tegas Lucky Hakim.
Menurutnya, pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting. Ketersediaan pasokan air yang memadai akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas lahan pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan di Kabupaten Indramayu.
Selain faktor infrastruktur, Lucky juga menilai semangat para petani menjadi modal utama dalam mempertahankan posisi Indramayu sebagai salah satu daerah penghasil padi terbesar di Indonesia. Ia menggambarkan karakter petani Indramayu sebagai sosok yang pekerja keras dan memiliki semangat tinggi untuk terus bercocok tanam.
“Petani Indramayu itu tidak mau menganggur. Prinsipnya sederhana, yang penting nandur dan bisa balik modal. Ini kekuatan utama yang harus kita dukung bersama,” ujarnya.
Lucky menambahkan, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian, mulai dari perubahan iklim hingga persoalan infrastruktur, kehadiran Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri bersama FKDB memberikan harapan baru bagi pengembangan sektor pertanian. Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat memperkuat pengelolaan lahan sekaligus meningkatkan produktivitas petani melalui berbagai program pendampingan.
