Kesepakatan rapat disahkan secara fisik melalui Berita Acara Pertemuan Orang Tua Murid Baru yang ditandatangani oleh perwakilan wali murid, Ketua Komite Sekolah Iwan Yohana SE, dan Kepala Sekolah Dra Euis Sulastri MPd, serta dilengkapi Surat Pernyataan Orang Tua/Wali Murid di atas meterai Rp10.000 dan Surat Pernyataan Kesanggupan Pemeliharaan Buku perpustakaan seharga Rp1.000 per buku per bulan.
Pantauan Radar Cirebon, pertemuan manajemen sekolah, Komite Sekolah, dan 271 wali murid kelas VII SMPN 7 Kota Cirebon itu berhasil menjawab keresahan para orang tua. Wali murid menilai rincian biaya yang disampaikan pihak sekolah sangat transparan dan memfasilitasi kondisi ekonomi orang tua.
Salah seorang wali murid kelas VII D, Reny Cucun Sumyati, meluruskan kabar yang sempat viral di media sosial. Menurutnya, penjelasan langsung pihak sekolah membuktikan bahwa biaya masuk sekolah tidak membengkak seperti yang diisukan.
Baca Juga:Pungutan Sekolah Negeri Terus Berulang, Alasan Sekolah: Tak Wajib BayarJuara 3 Piala Dunia Gelar Basa-basi Inggris
“Penjelasannya sangat transparan dan masuk akal. Totalnya pas Rp2,4 juta, jadi rumor di luar yang bilang sampai Rp3 juta lebih itu jelas tidak benar,” kata Reny usai menghadiri rapat di Meetingroom SMPN 7 Kota Cirebon.
Reny menambahkan, angka Rp1.600.000 untuk paket seragam di lembar Koperasi Pakaian tergolong wajar karena mendapatkan 5 setel pakaian lengkap beserta seluruh atribut pendukungnya.
“Harganya wajar karena dapat 5 setel pakaian lengkap sampai ke atribut kecil-kecil, bahan kainnya juga bagus. Yang paling penting, pembayarannya bisa dicicil dan tidak ada pemaksaan sama sekali dari sekolah,” imbuh dia.
Dukungan orang tua tersebut disahkan secara resmi dalam Berita Acara Pertemuan Orang Tua Murid Baru yang turut memuat kesepakatan pemeliharaan buku perpustakaan senilai Rp1.000 per buku per bulan. Para wali murid mengaku lega karena sekolah memberikan fleksibilitas pembayaran serta menyiapkan skema subsidi silang bagi keluarga yang kurang mampu. (ade)
