Ia menilai, masuknya keterwakilan pengurus pedagang ke dalam jajaran pengawas merupakan langkah tepat. Pasalnya, pengurus yang berlatar belakang sebagai pedagang dianggap lebih memahami dinamika serta kondisi riil yang dihadapi para pelaku usaha di lapangan. Ia berharap jajaran direksi dan dewan pengawas yang baru dapat membangun sinergitas yang kuat demi meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan pedagang.
“Pengurus APPSI ini kan pedagang, jadi mereka lebih memahami dinamika di lapangan. Harapan kami, baik dewas maupun direktur yang baru dapat bersinergi, sehingga kesejahteraan dan kemandirian pedagang bisa meningkat, bukan hanya dari sisi pembenahan infrastruktur semata,” terangnya.
Menyinggung kondisi pasar tradisional di Kota Cirebon saat ini tidak tertata dengan baik, Romi tak menampik adanya berbagai tantangan dilematis. Mulai dari infrastruktur pasar yang membutuhkan pembenahan hingga penurunan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, APPSI mendorong jajaran direksi Perumda Pasar yang baru untuk memiliki inisiatif serta kreativitas tinggi dalam meramaikan kembali pasar tradisional. “Pasar tradisional ini bukan sekadar tempat transaksi, tetapi bagian dari budaya Kota Cirebon yang harus tetap eksis. Jangan sampai keberadaannya terpinggirkan atau tereliminasi oleh perkembangan zaman,” tegas Romi.
Baca Juga:Perlu Benahi Transportasi Kota Cirebon, Organda Usul Pemkot Cirebon Tebus Armada TuaPedagang Eks Kalibaru Kini Menunggu Ramai di Sudut Dukuh Semar
Ia bahkan menyampaikan harapan besar agar jajaran pimpinan baru Perumda Pasar Kota Cirebon mulai Dewan Pengawas dan Direksi untuk dapat bekerja secara maksimal dan menghadirkan kemanfaatan nyata bagi seluruh pedagang. (abd)
