“Kami menyambut baik hadirnya Rumah Sayur karena pengendalian inflasi harus dilakukan secara terintegrasi, menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan petani tetap sejahtera,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, RR. Yuli Sri Wilanti. Ia menilai Rumah Sayur berpotensi menjadikan Kabupaten Kuningan sebagai salah satu pusat distribusi komoditas pertanian di Jawa Barat, bahkan nasional.
Menurutnya, sinergi antara Rumah Tani Nusantara, Perumda, pemerintah daerah, serta dukungan jaringan logistik BUMN akan memperkuat distribusi hasil pertanian antarwilayah.
Baca Juga:Curanmor di Kadugede Digagalkan, Satu Pelaku Ditangkap WargaTabrakan Nmax dan Truk di Jalan Siliwangi Kuningan, Pemotor Kritis
“Rumah Sayur tidak hanya menjadi ikon baru Kabupaten Kuningan, tetapi juga menjadi inspirasi bagaimana membangun ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir yang mampu menjaga ketersediaan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ucapnya.
Pada kesempatan itu juga dilakukan pengukuhan Mitra Strategis PDAU Kuningan yang melibatkan kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), koperasi, BUMDes, komunitas, hingga pelaku UMKM sebagai bagian dari penguatan ekosistem agribisnis daerah.
Direktur Rumah Sayur sekaligus CEO Rumah Tani Nusantara, Bahtiar, menegaskan pihaknya membuka peluang seluas-luasnya bagi petani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kabupaten Kuningan untuk memasok hasil panennya.
Ia mengungkapkan, Rumah Sayur telah menyiapkan gudang penyimpanan berkapasitas besar di kawasan Ciloa sebagai pusat pengumpulan hasil panen sebelum didistribusikan ke berbagai daerah. Bahkan, mulai bulan depan pihaknya akan membuka 100 titik Rumah Sayur di Jakarta.
“Semua petani dan KWT di Kabupaten Kuningan bisa memasok hasil panennya kepada kami. Rumah Sayur akan menjadi hub distribusi, apalagi bulan depan kami akan membuka 100 titik Rumah Sayur di Jakarta,” katanya.
Pada tahap awal, Rumah Sayur ditargetkan mampu menyerap sekitar 15 hingga 20 ton hasil pertanian asal Kuningan setiap hari. Kapasitas tersebut diproyeksikan terus meningkat seiring bertambahnya produksi petani dan perluasan jaringan distribusi.
Bahtiar menambahkan, Rumah Tani Nusantara selama ini telah memasok kebutuhan pangan bagi sejumlah perusahaan nasional, seperti jaringan restoran Mie Gacoan, Indofood, dan Sasa. Dengan jaringan pasar tersebut, komoditas pertanian asal Kuningan dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang selama mampu memenuhi standar kualitas dan harga yang kompetitif.
