RADARCIREBON.ID–Pemerintah Kabupaten Kuningan resmi meluncurkan Rumah Sayur Kuningan di PDAU Kuningan, Jalan Siliwangi Nomor 9 Cirendang. Kehadiran Rumah Sayur menjadi langkah strategis untuk memperkuat rantai pasok pangan, menjaga stabilitas harga, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi hasil pertanian lokal.
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kuningan, Perumda Aneka Usaha (PDAU), dan Rumah Tani Nusantara sebagai upaya membangun ekosistem agribisnis yang menghubungkan petani dengan pasar secara lebih efisien.
Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar mengatakan, Rumah Sayur bukan sekadar tempat transaksi hasil pertanian, tetapi menjadi simbol keberpihakan pemerintah terhadap petani agar memperoleh harga jual yang lebih layak, sekaligus memberikan masyarakat akses terhadap produk hortikultura segar dengan harga terjangkau.
Baca Juga:Curanmor di Kadugede Digagalkan, Satu Pelaku Ditangkap WargaTabrakan Nmax dan Truk di Jalan Siliwangi Kuningan, Pemotor Kritis
“Keberadaan Rumah Sayur ini bukan hanya sekadar tempat jual beli, tetapi bentuk komitmen pemerintah hadir di tengah petani dan masyarakat. Kita ingin memotong rantai distribusi yang selama ini merugikan petani sehingga mereka mendapatkan harga terbaik, sementara masyarakat memperoleh sayuran segar dengan kualitas terbaik,” ujarnya.
Menurutnya, Kuningan memiliki potensi besar di sektor pertanian karena didukung lahan yang subur dan sumber air yang melimpah. Tantangan berikutnya adalah memastikan potensi tersebut benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan petani melalui sistem distribusi yang lebih efektif.
Ia berharap, Rumah Sayur menjadi model pengembangan pusat distribusi komoditas pertanian di berbagai wilayah Kabupaten Kuningan. “Kita ingin masyarakat tidak perlu lagi membeli sayuran ke luar daerah. Dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Sayuran yang ditanam petani Kuningan harus menjadi kebanggaan masyarakat Kuningan sendiri,” katanya.
Bupati juga mengajak restoran, swalayan, katering, hingga pelaku usaha lainnya untuk memprioritaskan penggunaan hasil pertanian lokal melalui kemitraan dengan PDAU sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Fikri Widyanugraha mengapresiasi, peluncuran Rumah Sayur karena dinilai sejalan dengan upaya pengendalian inflasi daerah. Menurutnya, meningkatnya tekanan inflasi pangan akibat dinamika global harus direspons dengan penguatan rantai pasok yang mampu menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan kesejahteraan petani.
