RADARCIREBON.ID – Dampak musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino mulai dirasakan para petani di wilayah Indramayu Barat (Inbar). Sedikitnya 10.673 hektare lahan persawahan yang tersebar di enam kecamatan, kini mengalami krisis air dan terancam tidak dapat ditanami apabila pasokan air irigasi tidak segera tersedia.
Berdasarkan data Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, ribuan hektare sawah tersebut berada di Kecamatan Sukra seluas 2.500 hektare, Patrol 2.100 hektare, Anjatan 2.000 hektare, Bongas 500 hektare, Gabuswetan 1.573 hektare, serta Kandanghaur 2.000 hektare. Total luas lahan yang mengalami kekeringan mencapai 10.673 hektare.
Ketua KTNA Kabupaten Indramayu, H Sutatang mengatakan, wilayah Indramayu Barat menjadi daerah yang paling terdampak kemarau panjang, khususnya pada sektor pertanian. Menurutnya, apabila dalam waktu dekat tidak ada tambahan suplai air, ribuan petani terancam gagal memulai musim tanam.
Baca Juga:Antisipasi Angin Kumbang, Bupati Perintahkan Tebang Pohon LapukVideotron Roboh di Bundaran Cigasong, Seorang Pengendara Sepeda Motor Tewas
“Dari total 10.673 hektare sawah yang tersebar di enam kecamatan tersebut, semuanya mengalami krisis air. Jika tidak segera mendapat pasokan air, petani terancam tidak bisa menggarap sawah mereka,” ujar Sutatang, Kamis (23/7).
Ia menjelaskan, meski wilayah timur Indramayu juga mengalami dampak kekeringan, kondisinya tidak separah di wilayah barat. Kekeringan di wilayah timur hanya terjadi di sejumlah titik tertentu, terutama pada lahan pertanian yang letaknya jauh dari jaringan irigasi maupun saluran pembuang, sehingga petani kesulitan memompa air ke sawah.
“Sebagian besar wilayah Indramayu Barat yang paling terdampak. Kalau di wilayah timur juga ada, tetapi hanya di spot-spot tertentu seperti di Kecamatan Jatibarang dan Sliyeg. Terutama sawah yang jangkauannya jauh dari saluran irigasi maupun saluran pembuang sehingga tidak bisa dipompa airnya,” jelasnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, KTNA Kabupaten Indramayu telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan mendatangi kantor Unit Pengelolaan Irigasi Daerah Irigasi (UPI DI) Jatiluhur guna meminta tambahan pasokan air bagi lahan pertanian yang terdampak kekeringan.
Tidak hanya itu, KTNA bersama Pemerintah Kecamatan Sukra, Patrol, Kandanghaur, Anjatan, Gabuswetan, dan Bongas, juga mendatangi Bendungan Salam Darma yang berada di perbatasan Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Subang. Langkah tersebut dilakukan untuk mengupayakan penambahan debit air agar lahan pertanian di enam kecamatan tersebut tetap dapat diolah oleh para petani.
