RADARCIREBON.ID – Fenomena angin kumbang mulai melanda Kabupaten Majalengka dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada puncak musim kemarau kecepatan angin di wilayah tersebut bahkan dapat mencapai 60 kilometer per jam.
Kondisi ini tidak hanya ditandai dengan meningkatnya kecepatan angin, tetapi juga berpotensi memicu bencana, seperti pohon tumbang dan robohnya konstruksi di ruang publik yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Majalengka Eman Suherman menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan langkah-langkah antisipasi, termasuk memangkas dan menebang pohon-pohon tua maupun lapuk yang berpotensi membahayakan.
Baca Juga:Videotron Roboh di Bundaran Cigasong, Seorang Pengendara Sepeda Motor TewasHari Mangrove Sedunia, PNM Cirebon Tanam 1.000 Mangrove, Beri Penghargaan Kepada Pelopor Konservasi
Instruksi tersebut disampaikan setelah insiden robohnya videotron di Bundaran Cigasong yang menewaskan seorang pengendara sepeda motor pada akhir pekan lalu.
“Saya sudah minta kepada teman-teman di PU (Majalengka) maupun PU Provinsi agar pohon-pohon yang sudah tua dan lapuk segera ditebang,” tegas Eman.
Selain itu, ia meminta ranting-ranting pohon yang berpotensi membahayakan segera dipangkas, terutama di sepanjang jalan provinsi dan jalan kabupaten.
“Caranya ditebang, dibersihkan, dan dipotong ranting-ranting yang sekiranya membahayakan, terutama pohon-pohon di pinggir jalan, baik di jalur provinsi maupun kabupaten,” ujarnya.
Eman juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena periode Juli hingga September merupakan masa ketika kecepatan angin di Majalengka cenderung meningkat. Masyarakat diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas, terutama ketika melintas di ruas jalan yang dipenuhi pepohonan besar.
“Fenomena ini dikenal sebagai angin kumbang. Yang jelas, saya mengajak masyarakat untuk selalu berhati-hati,” katanya.
Sementara itu, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, Dyan Anggraeni, menjelaskan angin kencang merupakan fenomena yang lazim terjadi di Majalengka setiap musim kemarau.
Baca Juga:Sumber Air Berubah Rasa, Ribuan Warga Tanjakan Alami Krisis Air, BPBD Indramayu Kirim Tiga Tangki Air BersihBaznas dan PT Diamond Internasional Indonesia Salurkan 100 Paket Perlengkapan Sekolah
“Rata-rata kecepatan angin di Majalengka berada pada kisaran 6 hingga 10 knot atau sekitar 11 sampai 19 kilometer per jam. Dalam sepekan terakhir, kecepatan angin maksimum yang tercatat di tiga titik pengamatan mencapai 26 knot atau sekitar 48 kilometer per jam,” jelas Dyan.
Ia mengatakan, pada puncak musim kemarau kecepatan angin di Majalengka dapat meningkat hingga 32 knot atau sekitar 60 kilometer per jam, bahkan lebih pada kondisi tertentu.
