Parkir pasar juga menjadi sorotan Rommy. Kata dia, selama ini pendapataan parkir tidak pernah jelas masuknya ke mana. Dirinya pernah mengecek ke Pasar Gunung Sari, ternyata parkir dikelola GTC. “Kabarnya, perjanjian antara Perumda Pasar dengan GTC sudah selesai, namun hingga saat ini GTC masih menarik parker. Lalu, pedagang Pasar Gunung Sari yang harusnya mendapatkaan fasilitas parkir ternyata dikenakan biaya parker,” jelas Rommy.
Ia mengatakan potensi parkir di pasar untuk mendongkrak PAD sangat besar. Dia mencontohkan parkir di Pasar Jagasatru sudah tidak lagi menggunakan sistem gate dengan alasan masa kontraknya sudah habis. “Kalau sudah habis mengapa tidak diteruskan atau dikelola sendiri dengan sistem gate? Padahal pendapatan parkir di Pasar Jagasatru dalam sehari bisa mencapai Rp9 juta, bahkan kalau weekend bisa tembus hingga Rp12 juta dari parkir pasar yang buka selama 24 jam. Jadi potensi parkir dari semua pasar di Kota Cirebon bisa sampai miliaran, tapi kenapa Perumda Pasar setor PAD hanya Rp300 juta? Berarti pendapatan yang diperoleh Perumda Pasar selama ini bocor ke mana saja?” terang Rommy. (abd)
