Bupati Lucky Hakim Tinjau SDN 2 Tugu yang Ambruk, Minta Bantuan Menteri Pendidikan untuk Revitalisasi Sekolah

bupati Lucky Hakim tinjau sekolah
Bupati Indramayu Lucky Hakim meninjau bangunan SDN 2 Tugu yang ambruk di Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jumat (24/7).
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Bupati Indramayu, Lucky Hakim, meminta bantuan secara langsung kepada Menteri Pendidikan untuk mempercepat perbaikan dan revitalisasi bangunan sekolah dasar di Kabupaten Indramayu yang kondisinya memprihatinkan, bahkan sebagian di antaranya telah mengalami ambruk. Permohonan tersebut disampaikan Lucky Hakim saat meninjau ruang kelas yang roboh di SDN 2 Tugu, Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, pekan lalu.

Lucky mengakui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan sekolah. Namun, dana yang tersedia belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan rehabilitasi, mengingat jumlah sekolah yang mengalami kerusakan jauh lebih banyak dibandingkan kemampuan anggaran daerah.

“Memang ada SD yang kita bangun, cuma karena dana yang terbatas sedangkan jumlah SD yang butuh perbaikan banyak. Kita juga berterima kasih kepada pemerintah pusat yang telah berkomitmen memberikan bantuan revitalisasi untuk sekitar 200 lebih sekolah, dan beberapa di antaranya sudah berjalan. Semoga bisa segera direalisasikan karena dikhawatirkan ada sekolah yang ambruk lagi,” ujarnya.

Baca Juga:10 Ribu Hektare Sawah di Indramayu Barat Terancam Gagal Tanam Akibat Krisis AirAntisipasi Angin Kumbang, Bupati Perintahkan Tebang Pohon Lapuk

Lucky menegaskan, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) membuat Pemerintah Kabupaten Indramayu membutuhkan intervensi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan agar proses revitalisasi sekolah dapat segera dilakukan.

“Seandainya kami di Indramayu punya uang, pasti kami akan revitalisasi, akan kami renovasi. Tapi karena kami tidak memiliki anggaran yang cukup, maka kami mohon kepada Pak Menteri agar Indramayu dapat memperoleh bantuan untuk revitalisasi SD,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD SDN 2 Tugu, Surya menceritakan bahwa bangunan sekolah roboh secara tiba-tiba pada Kamis (23/7) sore, saat seluruh aktivitas belajar mengajar telah selesai.

“Kejadiannya sore, sekitar pukul 16.20. Kebetulan anak-anak sudah pulang dan guru-guru baru saja selesai absen. Tiba-tiba bangunan roboh. Tidak ada angin, tidak ada hujan, semuanya dalam keadaan normal,” kata Surya.

Ia mengaku bersyukur karena sesaat sebelum kejadian, sempat memiliki firasat buruk melihat kondisi bangunan yang semakin mengkhawatirkan. Karena itu, ia langsung meminta seluruh guru untuk mengosongkan area tersebut.

“Alhamdulillah, sebelum kejadian, saya punya feeling, ini kayaknya mau roboh. Jadi saya perintahkan teman-teman untuk pindah, lalu sekitar jam empat lewat sepuluh menit bangunan itu benar-benar roboh,” ujar Surya yang baru tiga bulan menjabat sebagai Plt Kepala UPTD SDN 2 Tugu.

0 Komentar