Touring Jurnalis Bersama DPRD Kuningan, Menyusuri Waduk Darma Merajut Sinergi

Ist 
PERKUAT SINERGI: Suasana kebersamaan mewarnai touring jurnalis bersama jajaran DPRD Kabupaten Kuningan menuju Waduk Darma, Minggu (26/7/2026). 
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Suara deru mesin sepeda motor memecah kesunyian. Puluhan jurnalis bersama jajaran DPRD Kabupaten Kuningan memulai perjalanan menuju kawasan wisata Waduk Darma. Namun, touring kali ini bukan sekadar menikmati jalur berliku dengan panorama alam yang memanjakan mata.

Di balik perjalanan itu, tersimpan pesan yang lebih besar: membangun ruang dialog yang lebih hangat antara pemerintah, legislatif, dan media demi mengawal pembangunan daerah.

Sesampainya di kawasan Waduk Darma, suasana formal yang biasanya mewarnai forum-forum pemerintahan berganti menjadi obrolan santai. Para wartawan, anggota DPRD, dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Kuningan duduk bersama, berbagi pandangan mengenai berbagai persoalan daerah, mulai dari pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, hingga pentingnya menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat.

Baca Juga:Dishub Kuningan Gerak Cepat Perbaiki PJU Jalintim yang Padam Usai ViralPemkab Kuningan Hadirkan Rumah Sayur, Potong Rantai Distribusi Hasil Pertanian

Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, menilai hubungan yang baik antara lembaga legislatif dan insan pers menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat demokrasi di daerah. Menurutnya, media bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga mitra strategis yang mampu menjadi pengawas jalannya pemerintahan.

Ia menegaskan, kritik yang disampaikan wartawan merupakan bagian dari proses evaluasi agar pemerintah dan DPRD terus memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Pers adalah pilar keempat demokrasi. Kritik dan masukan dari wartawan sangat kami butuhkan sebagai bahan evaluasi, agar pemerintahan dapat terus berbenah dan menghadirkan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” ujar Nuzul.

Dalam kesempatan itu, Nuzul juga mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik. Menurutnya, setiap pemberitaan harus berlandaskan prinsip 5W+1H, mengedepankan keberimbangan (cover both sides), serta menghindari praktik trial by the press. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap media dapat terus terjaga.

“Komunikasi yang sehat harus terus dijaga. Wartawan tetap kritis, tetapi juga profesional, objektif, dan bertanggung jawab sehingga demokrasi di Kuningan dapat tumbuh semakin dewasa,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani. Ia mengapresiasi inisiatif DPRD yang menghadirkan media gathering dalam balutan kegiatan touring. Menurutnya, komunikasi yang dibangun dalam suasana santai justru mampu menciptakan dialog yang lebih terbuka dan produktif.

0 Komentar