Ke Pasar Kanoman di Tengah Rencana Revitalisasi, Sempat Dipagari Seng, tapi Dibongkar Lagi

Ke Pasar Kanoman di Tengah Rencana Revitalisasi
DIBONGKAR LAGI: Seng bergelombang yang sempat dipasang sebagai pembatas area calon pasar darurat kini telah dibongkar lagi. Foto: Seno Dwi Priyanto/Radar Cirebon
0 Komentar

Ia memperlihatkan titik tanah bekas berdirinya tiang penyangga seng yang kini telah rata kembali. “Itu masih ada bekas pemasangan pagar sengnya. Tidak sampai sehari dipasang, sudah dibongkar pagar seng tersebut,” tuturnya.

Di tengah situasi tersebut, para pedagang pada dasarnya menantikan kepastian pembenahan fisik bangunan Pasar Kanoman. Mengingat sarana dan prasarana di dalam pasar saat ini dinilai sudah tidak layak.

Juju (52), pedagang asal Losari, Cirebon Timur, yang telah mengontrak dan berdagang di kawasan Kanoman sejak tahun 1990-an, menceritakan kenyataan kondisi bangunan pasar yang belum pernah tersentuh pembenahan total selama puluhan tahun. “Dengar-dengar sih habis Muludan bakal dipindah ke pasar darurat, lokasi pasar darurat sempat dipagar sebagai pembatas. Dengar-dengar juga sempat terjadi ribut-ribut internal,” kata Juju kemarin.

Baca Juga:Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Cirebon Belum Siap Hanya Di-launching, Siswa Dipulangkan LagiRumah Terbakar, Ayah-Bayi Tewas Orang Tua Bersimbah Darah, Penyebab Pasti Masih Didalami

Terkai rencana pemindahan, Juju mengaku sempat mendengar desas-desus sosialisasi. “Ada sosialisasi ke pedagang tidak? Dengar dari pedagang lain katanya ada sosialisasi dari Patih Kanoman,” ungkapnya.

Juju menegaskan, para pedagang menyambut baik jika ada langkah nyata peremajaan bangunan pasar karena atap dan struktur bangunan di dalam sudah mengalami kerusakan parah.

“Saya jualan sejak tahun 1990-an. Sejak saat itu belum pernah ada revitalisasi untuk pembenahan pasar. Setuju saja kalau ada revitalisasi, karena bangunan di dalam sudah lapuk semua. Kalau hujan saja pada bocor, rembes,” tutur Juju.

Ia menambahkan, informasi yang diterima pedagang menyebutkan proses relokasi ke pasar darurat akan dilakukan secara bertahap mengingat luasnya kawasan Pasar Kanoman.

“Dengar-dengar sih yang dipindah di pasar itu sebagian, jadi pembangunannya bertahap. Karena kan luas pasar Kanoman ini. Pedagang sejauh ini soal revitalisasi masih mengikuti arahan lebih lanjut saja,” pungkasnya.

Sementara itu, terkait keabsahan dokumen serta kelanjutan rencana revitalisasi, Radar Cirebon telah berupaya mengonfirmasi pihak Kesultanan Kanoman. Koran ini menghubungi Hj Ratu Raja Arimbi Nurtina selaku keluarga Kesultanan Keraton Kanoman yang menjabat Sekretaris sekaligus Juru Bicara Kesultanan Kanoman.

Namun, hingga Minggu sore (2/8/2026), pesan tertulis maupun sambungan telepon yang dilayangkan Radar Cirebon belum mendapatkan respons. (*)

0 Komentar