Sementara itu, Akademisi UGJ Cirebon Dr Editya Nurdiana MSI mengatakan kualitas kepemimpinan tidak hanya tercermin dari kebijakan yang dihasilkan, tetapi juga dari kualitas komunikasi yang dibangun di ruang publik.
Dalam perspektif tata kelola pemerintahan (good governance), kata Editya, setiap pernyataan pejabat publik merupakan bagian dari akuntabilitas yang membentuk kepercayaan masyarakat. “Saya meyakini bahwa apabila proses seleksi direksi dan dewan pengawas memang dilakukan secara profesional, transparan, dan bebas dari praktik transaksional, maka hal tersebut merupakan capaian yang patut diapresiasi,” kaya Editya.
Namun, kata Editya, keberhasilan itu semestinya dikomunikasikan melalui narasi yang memperkuat legitimasi publik, bukan melalui ungkapan yang justru membuka ruang interpretasi mengenai sesuatu yang seharusnya sejak awal memang tidak boleh terjadi.
Baca Juga:Ucapan Wali Kota Jangan Cuma di BUMD, Soal Tidak Ada Setoran Uang saat Proses Penjaringan Dewas dan DireksiKe Pasar Kanoman di Tengah Rencana Revitalisasi, Sempat Dipagari Seng, tapi Dibongkar Lagi
“Ungkapan wali kota (tak ada setoran, red) justru membuka ruang interprestasi,” katanya.
Seperti diketahui, pada Jumat (31/7/2026), Wali Kota Effendi Edo melantik Dewas dan Direksi pada tiga BUMD. Yakni, PD Pembangunan, Perumda Pasar Berintan, dan Perumda Farmasi Ciremai. Sebelumnya, penetapan Dewas dan Direksi baru tertuang melalui Surat Wali Kota Nomor 900.1.13.2/4/EKONSDA/2026 tentang Hasil Seleksi Calon Dewan Pengawas dan Direksi Terpilih BUMD Kota Cirebon 2026.
Untuk Perumda Pasar Berintan, posisi Ketua Dewan Pengawas dijabat Dr Endang Sobirin MSi dengan Anggota Ina Nasiroh SPd MAP dan Yudi Aris Setiawan SIP. Untuk posisi Direktur Utama, dipercayakan kepada Iyan Rahadian Sunardi ST, sedangkan Direktur Umum dan Keuangan adalah Gunawan SH MH.
Untuk PD Pembangunan, Wali Kota Edo menetapkan Arif RAchmad SSTP sebagai Ketua Dewan Pengawas dengan anggota Whisnu Sentosa SIP. Untuk posisi Direktur Utama dipercayakan kepada Rusdianto SH MH. BUMD terakhir, yakni Perumda Farmasi Ciremai, wali kota hanya menetapkan direktur yang dipercayakan kepada Muhaimin SP.
Usai melantik nama-nama tersebut, bahkan setelah pembacaan doa, tiba-tiba Edo berdiri ke depan dan meminta microphone ke protokol. Ia kemudian menyampaikan tambahan sambutan sekaligus penegasan bahwa proses seleksi hingga pelantikan Dewas dan Direksi itu tanpa setor uang. “Saya tegaskan dan saya sampaikan ke media bahwasanya isu Dewas dan Direksi BUMD setor uang ke saya adalah tidak benar,” ucap Edo.
