RADARCIREBON.ID – Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon resmi melepas 302 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2026/2027 di Ruang Paseban, Kantor Bupati Cirebon.
Pelepasan tersebut menandai dimulainya pengabdian mahasiswa di sejumlah desa di Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Kuningan. KKN akan berlangsung selama 5 Agustus hingga 15 September 2026.
Acara pelepasan dihadiri Staf Ahli Bupati Cirebon Sudjatmoko, yang mewakili Bupati Cirebon H Imron MAg, bersama jajaran pimpinan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon, Camat Gempol dan Ciwaringin, para dekan, dosen pembimbing lapangan, serta tamu undangan lainnya.
Baca Juga:Wilayah Argasunya Krisis Air Bersih dan KekeringanKerusakan GTC Makin Parah, Pemkot Didesak Segera Ambil Alih
Prosesi pelepasan ditandai dengan penyematan jas almamater UNU Cirebon kepada perwakilan peserta sebagai simbol dimulainya pengabdian di tengah masyarakat.
Sebanyak 302 mahasiswa dari 15 program studi di tujuh fakultas akan diterjunkan ke Kecamatan Ciwaringin dan Gempol di Kabupaten Cirebon, Kecamatan Terisi di Kabupaten Indramayu, serta Kecamatan Kalimanggis di Kabupaten Kuningan.
Tahun ini, KKN UNU Cirebon mengusung tema “Mahasiswa Bergerak, Desa Bertransformasi: Mewujudkan SDGs Desa Berbasis Potensi Lokal dan Kolaborasi Lintas Sektor”.
Rektor UNU Cirebon, Prof Dr H Farihin Nur MPd mengatakan, tema tersebut menegaskan peran mahasiswa sebagai calon pemimpin yang harus mampu menghadirkan perubahan melalui kolaborasi dengan masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa perlu mengenali secara langsung kehidupan masyarakat agar mampu memahami kebutuhan, potensi, serta tantangan yang ada di desa.
“Tema ini bermakna bahwa mahasiswa sebagai calon-calon pemimpin diharapkan mampu melakukan transformasi atau perubahan di masyarakat. Karena itu mereka harus dikenalkan sejak sekarang dengan denyut nadi kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Prof Farihin berharap, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang lahir dari potensi lokal dan pengalaman masyarakat setempat.
Baca Juga:Pelatihan Wirausaha bagi Ahli Waris Peserta BPJS KetenagakerjaanIndocement Tanam Pohon dan Serahkan Puluhan Monyet Ekor Panjang ke BBKSDA
Ia menegaskan bahwa pembangunan desa harus menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek yang menerima program.
“Jangan pernah merasa datang untuk mengajari masyarakat. Justru kalian harus menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari masyarakat karena mereka memiliki pengalaman dan pengetahuan yang sangat berharga,” ucapnya.
Berdasarkan data teknis pelaksanaan KKN 2026, skema penempatan mahasiswa terbagi menjadi dua kategori utama.
