Menurutnya, sektor kesehatan merupakan salah satu bidang yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, pelayanan tidak hanya ditentukan oleh aturan dan prosedur, tetapi juga bagaimana petugas mampu berkomunikasi secara baik dan humanis kepada pasien maupun keluarganya.
“Khusus di sektor kesehatan, saya minta agar menghadapi masyarakat dengan kesabaran yang tinggi. Ketika ada aturan yang mungkin membatasi kenyamanan pasien, jelaskan dengan baik dan humanis, sehingga masyarakat tetap merasa dilayani dan dihargai,” tuturnya.
Bupati Lucky Hakim juga meminta kepada seluruh pejabat yang baru dilantik untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Para pejabat diminta tidak hanya fokus pada pelaksanaan tugas masing-masing, tetapi juga membangun koordinasi dan kolaborasi dalam menjalankan roda pemerintahan.
Baca Juga:Lawan Begal, Kapolda Jawa Barat Ajak Peran Orang Tua dan LingkunganPolisi Berhasil Bongkar Komplotan Spesialis Pembobol Rumah
Koordinasi dan kolaborasi, lanjutnya, menjadi bagian penting agar setiap program dan kebijakan pemerintah dapat berjalan secara efektif. Dengan kerja sama antarlembaga dan antarpejabat, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat diharapkan dapat ditangani dengan lebih cepat.
Bupati Lucky juga mengingatkan agar kebijakan efisiensi tidak berdampak terhadap menurunnya kualitas pelayanan publik. Menurutnya, efisiensi justru harus menjadi momentum untuk memperbaiki cara kerja pemerintahan agar lebih efektif dan tepat sasaran.
“Jangan sampai efisiensi membuat pelayanan kepada masyarakat berkurang. Sebaliknya, kita harus semakin efektif, cepat, dan tepat dalam melayani masyarakat,” jelasnya. (oni)
