RADARCIREBON.ID – Pemkab Cirebon melakukan seleksi calon Direksi dan Dewan Pengawas (Dewas) untuk Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Jati dan Perseroan Daerah (Perseroda) Perdagangan dan Jasa Cherbon Nagari. Seleksi ini menjadi langkah awal Pemkab Cirebon menyiapkan para pengelola BUMD yang mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Bupati Cirebon Drs H Imron MAg hadir langsung pada proses seleksi, Rabu (19/8/2026). Khusus untuk PDAM Tirta Jati, Bupati Imron menargetkan jumlah pelanggan bisa menembus 50 ribu lebih. Karena itu, direksi yang terpilih nanti, dituntut mampu meningkatkan kinerja perusahaan dan memperluas pelayanan. “PDAM harus bisa bekerja dengan baik dan melayani masyarakat. Target saya pelanggan harus 50.000 plus satu, harus lebih,” ujar Imron.
Masih menurut Imron, PDAM Tirta Jati juga perlu membangun komunikasi dan sinergi dengan PDAM Kota Cirebon. Salah satunya terkait potensi perluasan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Namun, Imron menegaskan, perluasan pelanggan tidak boleh hanya berorientasi mengejar jumlah. Pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas. “Jangan cuma sekadar ‘ini harus ke kita’. Kita harus melayani masyarakat dengan baik,” tegasnya.
Baca Juga:Gelombang Mahasiswa Kembali Bergerak, Soroti KDMP, MBG, hingga Tuntutan Pendidikan GratisSanggar Kentjana Cirebon Memaknai Kemerdekaan lewat Karya Fotografi
Sementara untuk BUMD baru, yakni Perseroda Dagang dan Jasa Cherbon Nagari, Imron berharap perusahaan ini dapat menjadi instrumen pemerintah daerah dalam membantu masyarakat, terutama dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Menurutnya, ketika hasil pertanian melimpah, pemerintah harus hadir agar harga komoditas tidak jatuh dan merugikan petani. Sebaliknya, saat musim paceklik, harga kebutuhan masyarakat juga perlu dijaga agar tidak melonjak terlalu tinggi. “Kalau panen, harus bisa menjaga stabilitas harga agar petani jangan terlalu jatuh. Kalau musim paceklik, masyarakat jangan sampai harganya terlalu tinggi,” katanya.
Keberadaan perusahaan daerah ini juga diharapkan bisa bersinergi dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang tengah didorong pemerintah pusat. Imron menyebut bidang perdagangan dan jasa membuat BUMD tersebut memiliki ruang gerak yang cukup fleksibel. Tidak hanya berdagang, tetapi juga menjalankan berbagai usaha jasa yang dapat mendukung kebutuhan masyarakat.
