RADARCIREBON.ID – PT Terra Corn Jaya Abadi mulai memasuki pasar industri tepung jagung. Perusahaan asal Majalengka tersebut untuk pertama kalinya mengirim 2 ton tepung jagung hasil produksi sendiri ke salah satu perusahaan di Cirebon.
Pengiriman perdana itu menjadi bagian dari kontrak awal dengan volume pasokan mencapai 10 ton per pekan. Produk yang dikirim seluruhnya berasal dari jagung petani mitra, mulai dari bahan baku hingga diolah menjadi tepung.
Presiden Direktur PT Eka Naga Indonesia, Lukitasari, mengatakan pengiriman tersebut menjadi tonggak penting bagi perusahaan karena produk tepung jagung diproduksi secara mandiri.
Baca Juga:Tim Pengabdi UMC Gelar Workshop E-Modul PjBL Bermuatan ESD di SMPN 2 SumberProgram TJSL, BRI Kanca Jatibarang Salurkan 10 Mesin Pompa Air Tenaga Gas
“Alhamdulillah, hari ini PT Terra Corn Jaya Abadi memberangkatkan untuk pertama kalinya tepung jagung hasil produksi sendiri, mulai dari hasil tanam hingga menjadi tepung jagung grade A,” kata Lukitasari, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, pengiriman awal sebanyak 2 ton dilakukan untuk memenuhi permintaan perusahaan di Cirebon. Selanjutnya, Terra Corn telah mengantongi kontrak awal memasok 10 ton tepung jagung setiap pekan.
“Untuk sekarang kami mendapat permintaan 2 ton. Ke depannya sudah ada kontrak 10 ton per minggu untuk satu perusahaan di Cirebon,” ujarnya.
Selain Cirebon, perusahaan tengah memperluas pasar dengan menjajaki kerja sama dengan sejumlah perusahaan di Bandung dan Karawang.
Tepung jagung tersebut diproduksi di pabrik PT Terra Corn Jaya Abadi di Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan/Kabupaten Majalengka. Jagung hasil panen petani lokal tidak lagi hanya dijual dalam bentuk pipilan, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah.
Direktur PT Terra Corn Jaya Abadi, Deri Herdiansyah, menjelaskan bahan baku tepung seluruhnya berasal dari jagung petani yang bermitra dengan perusahaan.
“Produksi kami berawal dari jagung petani mitra. Jagung kemudian dipipil, diolah menjadi beras jagung, lalu digiling menggunakan mesin hingga menjadi tepung jagung,” jelas Deri.
Baca Juga:Residivis Pembobol Pabrik Berhasil Diringkus Satreskrim Polres MajalengkaUpacara HUT RI di Tengah Kepungan Asap TPSA Ciniru
Saat ini, proses produksi menggunakan dua mesin utama. Mesin pertama mengolah jagung menjadi beras jagung, sedangkan mesin berikutnya menggilingnya hingga menjadi tepung.
Dalam proses tersebut terjadi penyusutan bahan baku sekitar 10 persen. Dari setiap 50 kilogram jagung, sekitar 45 kilogram dapat diolah menjadi tepung.
