“Pemerintah Kabupaten Kuningan siap untuk terus membangun kolaborasi dan sinergi dengan jajaran Lapas Kelas IIA Kuningan,” demikian pesan bupati.
Pemkab Kuningan juga membuka peluang kerja sama dalam pembinaan warga binaan, pelatihan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, serta persiapan kemandirian setelah warga binaan kembali ke masyarakat.
Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah kandang ternak di kawasan Palutungan, Cisantana, yang selama ini belum optimal digunakan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembinaan maupun kegiatan asimilasi warga binaan.
Baca Juga:Setelah ASN, BNN Siap Periksa 50 Anggota DPRD Kuningan Dukungan dari Provinsi Berkurang, Anggaran JKN Terancam Defisit, Dinkes Perketat Verifikasi Peserta PBI
“Keberhasilan pemasyarakatan bukan hanya ketika kondisi di dalam lapas aman dan tertib, tetapi juga ketika warga binaan mampu berubah, memiliki keterampilan, memiliki harapan, dan ketika kembali ke masyarakat dapat diterima serta mampu menjalani kehidupan secara produktif,” tutur Tuti membacakan sambutan bupati.
Pergantian pimpinan Lapas Kelas IIA Kuningan diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara Pemkab Kuningan, Lapas, TNI, Polri, dan seluruh stakeholder dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan.
Serah terima jabatan tersebut ditutup dengan pesan bahwa pergantian jabatan bukan sekadar perubahan posisi, tetapi bagian dari kesinambungan pengabdian. Integritas, ketulusan, dan semangat pelayanan kepada masyarakat diharapkan tetap menjadi landasan dalam menjalankan amanah. (ags)
