Anggota DPRD Kabupaten Kuningan Fraksi Partai Demokrat, Hj. Reni Parlina, SE., S.Y., mengapresiasi konsistensi warga Wangun dalam mempertahankan seni budaya tradisional. Menurutnya, keberadaan debus, reog, kuda renggong hingga tanjidor menunjukkan kekayaan budaya yang masih dirawat masyarakat.
Ia mengaku bangga melihat para pemuda ikut mengambil peran dalam pelestarian seni tradisional, meski atraksi debus sempat membuatnya merasa tegang.
“Saya sangat bangga karena di lingkungan Wangun ini masih melestarikan budaya tradisional yang sampai saat ini masih bisa dipertunjukkan. Ini harus dilestarikan oleh kita semua,” kata Reni.
Baca Juga:Kolaborasi Lintas Kampus, Mahasiswa KKM UMC Olah Limbah Organik untuk Ketahanan PanganKisah Ahmad Khoeri, Guru Indramayu Pengelola 10.000 Buku yang Bawa Literasi ke Desa dengan Motor
Ketua RW 05 Lingkungan Wangun, Agus Sudiana, menilai suksesnya rangkaian kegiatan tidak lepas dari kolaborasi pemuda, sesepuh, masyarakat, donatur serta dukungan Reni Parlina. Lebih dari 150 panitia terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan yang berlangsung hampir 1 bulan tersebut.
Agus berharap kegiatan serupa terus dipertahankan. Selain menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, rangkaian perayaan juga dinilai mampu memperkuat kebersamaan dan gotong royong antarwarga.
“Harapannya tetap guyub, gotong royong para pemuda-pemudi dan masyarakat lingkungan Wangun. Kalau ada kemampuan untuk menggelarnya, kegiatan seperti ini bisa terus diadakan, baik PHBN maupun PHBI,” ujar Agus.
Penyelenggara berharap, puncak perayaan dan penampilan berbagai seni tradisional menjadi tempat generasi muda blok wangun dalam melestarikan kebudayaan leluhur. (bud)
