RADARCIREBON.ID – Lapangan Sinar Surya Wangun, Kelurahan Citangtu, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, berubah menjadi panggung seni tradisional pada Jumat malam (21/8/2026). Sekitar 1.000 warga dari Blok Wangun dan lingkungan sekitar memadati lokasi untuk menyaksikan puncak perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Atraksi debus menjadi salah satu pertunjukan yang paling menyedot perhatian. Seni yang dimainkan para pemuda setempat itu menghadirkan beragam aksi ekstrem, mulai dari bambu gila, memecahkan genteng dengan kepala, bermain dengan benda tajam, hingga terlentang di atas papan berpaku.
Atraksi lainnya tak kalah menegangkan. Para pemain memperlihatkan aksi bermain api, sepak bola api, hingga menari bersama ular berbisa. Pertunjukan tersebut mendapat perhatian penonton yang menyaksikan dari dekat, sekaligus menjadi bukti masih adanya regenerasi pelaku seni tradisional di lingkungan Wangun.
Baca Juga:Kolaborasi Lintas Kampus, Mahasiswa KKM UMC Olah Limbah Organik untuk Ketahanan PanganKisah Ahmad Khoeri, Guru Indramayu Pengelola 10.000 Buku yang Bawa Literasi ke Desa dengan Motor
Ketua Panitia PHBN Blok Wangun, Lili Padli, mengatakan sebagian besar pengisi acara berasal dari warga setempat. Khusus pertunjukan debus, seluruh pemain merupakan pemuda lingkungan Wangun yang selama ini berlatih secara mandiri untuk mempertahankan kesenian tersebut.
“Mayoritas dari warga sini. Debus dari pemuda lingkungan semua, sedangkan reog juga warga sini, termasuk para sepuh yang masih bersemangat melestarikannya,” ujar Lili Padli.
Rangkaian perayaan telah berlangsung sejak 2 Agustus dimulai dengannpentas seni Kuda renggong, turnamen sepak bola antarkelompok warga hingga final pada 16 Agustus. Sehari berikutnya, panitia menggelar berbagai perlombaan yang melibatkan anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak, bahkan peserta dari luar lingkungan Wangun.
Pada puncak acara, pentas seni dimulai sejak Juamat siang dengan penampilan anak-anak, kuda lumping, senam massal dan musik. Malam harinya, panggung dilanjutkan dengan debus, reog, tari jaipong, hingga hiburan dangdut.
Jaipongan turut memperkaya pertunjukan. Dua penari cilik asal Blok Wangun tampil membawakan tari tradisional Sunda. Sementara itu, kesenian reog menghadirkan suasana berbeda melalui aksi jenaka para pemain, bobodoran berbahasa Sunda, serta alunan lagu-lagu Sunda lawas yang mengajak penonton bernostalgia.
Dalam pertunjukan reog, para pemain membawa alat musik pukul dogdog dan tampil bersama sosok ki dalang yang berperan sebagai sesepuh sekaligus pengarah pertunjukan. Berbagai parodi dan humor khas Sunda membuat suasana lapangan semakin meriah.
