“Untuk demplot dari Kementan, di Nunuk seluas 0,5 hektare dan di Kancana juga 0,5 hektare. Jadi totalnya satu hektare,” jelas Gatot.
Selain demplot, budidaya bawang putih oleh petani juga dikembangkan di lahan yang lebih luas. Di Desa Nunuk, luas areal budidaya mencapai sekitar satu hektare, sedangkan di Desa Kancana sekitar sembilan hektare.
“Selain demplot untuk pengujian dan pengembangan teknologi maupun varietas, kita juga sudah memiliki areal budidaya yang dikembangkan petani. Ini menjadi modal penting untuk melihat potensi bawang putih di Majalengka,” ujarnya.
Baca Juga: Universitas Kuningan Gelar Tes Seleksi Gelombang II Penerimaan Mahasiswa BaruKesenian Jaipong Hingga Debus Meriahkan Puncak Perayaan HUT RI ke-81 Blok Wangun Citangtu
Menurut Gatot, pengembangan tersebut akan terus mendapat pendampingan, mulai dari produktivitas, kualitas hasil panen, kesesuaian varietas hingga pemasaran.
Sementara itu, Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman mengatakan, Polri siap mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan swasembada pangan, termasuk pengembangan bawang putih.
Menurutnya, keterlibatan Polri tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendorong keberhasilan program pangan melalui sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, penyuluh, kelompok tani, dan masyarakat.
“Ketahanan pangan merupakan bagian penting dari ketahanan nasional. Karena itu, Polri siap mendukung program pemerintah, termasuk pengembangan bawang putih di Majalengka,” ujarnya.
Ia berharap penanaman serentak tidak berhenti sebagai kegiatan simbolis, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan hingga menghasilkan produksi optimal.
“Yang paling penting adalah bagaimana setelah ditanam bisa dirawat, tumbuh dengan baik dan menghasilkan. Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, penyuluh dan para petani agar program ini memberikan manfaat nyata,” katanya.
Salah seorang petani bawang putih Desa Nunuk, Cecep, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan, terutama dalam penyediaan bibit, pendampingan budidaya, teknologi pertanian, dan pemasaran.
Baca Juga:Kolaborasi Lintas Kampus, Mahasiswa KKM UMC Olah Limbah Organik untuk Ketahanan PanganKisah Ahmad Khoeri, Guru Indramayu Pengelola 10.000 Buku yang Bawa Literasi ke Desa dengan Motor
“Kami sebagai petani tentu sangat mendukung. Selama ini kami ingin mencoba dan mengembangkan bawang putih, tetapi memang ada tantangan dari bibit, perawatan hingga pemasaran,” ujarnya.
Ia berharap demplot dan pendampingan Kementan dapat membantu petani menemukan varietas yang sesuai dengan kondisi lahan dan memiliki nilai jual yang baik.
“Harapan kami hasilnya bagus dan ada pasar yang jelas. Kalau hasilnya bagus dan harganya menguntungkan, petani pasti lebih semangat menanam bawang putih,” katanya.
