RADARCIREBON.ID – Langkah Wali Kota Cirebon Effendi Edo menunjuk dua nama baru untuk mengisi jajaran direksi Perumda Air Minum Tirta Giri Nata mulai menjadi sorotan.
Meski belum resmi dilantik, Andri Satria disebut akan menduduki posisi Direktur Utama, sedangkan Agung Astija ditunjuk sebagai Direktur Umum.
Penunjukan tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan. Pasalnya, nama Andri Satria relatif asing bagi publik Kota Cirebon. Terlebih, Andri bukan berasal dari internal Perumda Air Minum Tirta Giri Nata, tapi sebelumnya menjabat sebagai Direktur Teknik PDAM Kota Padang.
Baca Juga:Rekor Spektakuler! Bagja College Antarkan 12 Siswa Cirebon ke UIAndri Satria Jadi Dirut, Agung Astija Posisi Dirum, Wali Kota Tetapkan Direksi Perumda Tirta Giri Nata
Informasi yang dihimpun Radar Cirebon menyebutkan, kemunculan Andri Satria sebagai calon Direktur Utama cukup mengejutkan. Selama ini, sosoknya tidak banyak dikenal di lingkungan publik maupun internal PDAM Kota Cirebon.
Tapi, sumber Radar Cirebon menyebutkan, penunjukan Andri bukan sesuatu yang terlalu mengejutkan. Andri disebut memiliki kedekatan dengan wali kota ketika berada di Bandung. Dengan latar belakang tersebut, penunjukan Andri sebagai Direktur Utama sekaligus menjadi perhatian karena harus memimpin perusahaan daerah yang memiliki persoalan dan tantangan cukup kompleks.
Sementara itu, Agung Astija ditunjuk sebagai Direktur Umum menggantikan Agus Salim yang dikabarkan mengundurkan diri.
Padahal, berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Cirebon, masa jabatan Agus Salim sebagai Direktur Umum sebenarnya masih berlangsung hingga Februari 2027. Masa jabatan tersebut berakhir bersamaan dengan masa jabatan Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Giri Nata.
Dengan munculnya nama Agung Astija sebagai Direktur Umum, Agus Salim disebut memilih mengundurkan diri sebelum masa jabatannya berakhir. Sumber Radar Cirebon juga menyoroti latar belakang Agung Astija. Ia disebut lebih banyak berkiprah di bidang teknik dan selama ini tidak banyak bersinggungan dengan urusan administrasi maupun manajerial.
Pengamat Kebijakan Publik, M Rafi SE menilai penunjukan Andri Satria dan Agung Astija sebagai jajaran direksi baru Perumda Air Minum Tirta Giri Nata menyisakan sejumlah pertanyaan. Menurut Rafi, sosok Andri menjadi perhatian karena berasal dari luar Kota Cirebon dan sebelumnya menjabat Direktur Teknik PDAM Kota Padang.
Di sisi lain, kata dia, Perumda Air Minum Tirta Giri Nata memiliki Agung Astija yang telah lama berkecimpung di bidang teknik. Rafi mempertanyakan alasan wali kota memilih figur dari luar daerah untuk posisi Direktur Utama, sementara figur internal yang memiliki pengalaman teknis justru ditempatkan sebagai Direktur Umum. “Agung Astija benar-benar lebih banyak di bidang teknik dan bukan administrator,” tegasnya, kemarin.
