9 Hari Penanganan Kebakaran TPSA di Kuningan, 800 Ribu Liter Air Disemprotkan

Ist 
BELUM PADAM: Memasuki hari kesembilan, petugas Damkar dan BPBD Kuningan masih melakukan pemadaman bara api di TPSA Ciniru, Kamis (20/8/2026).
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Kebakaran di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru, Kabupaten Kuningan, belum sepenuhnya padam meski penanganan telah memasuki hari kesembilan.

Petugas pemadam kebakaran dan BPBD Kuningan masih berupaya menjinakkan bara yang terus muncul dari bagian dalam tumpukan sampah.

Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusumah mengatakan, proses pemadaman berlangsung cukup lama karena kondisi cuaca yang panas dan kemarau. Selain itu, angin kencang turut membuat api sulit dikendalikan dan berpotensi menyebar ke area lain.

Baca Juga:Dukungan dari Provinsi Berkurang, Anggaran JKN Terancam Defisit, Dinkes Perketat Verifikasi Peserta PBIPemda Canangkan Bulan Dana PMI, Target Naik Jadi Rp900 Juta

“Cuaca panas dan kemarau, kemudian angin cukup kencang membuat api sulit dipadamkan dan cepat menyebar. Tumpukan sampah juga mudah terbakar dan masih menyimpan bara api di bagian dalam,”ujarnya.

Menurutnya, kebakaran tersebut mulai ditangani sejak Rabu pekan lalu saat waktu subuh. Hingga kini, petugas terus melakukan pemadaman setiap kali mendapat suplai air.

“Sudah sembilan hari penanganan sejak Rabu pekan lalu. Sumber air juga jauh sehingga suplai air tersendat. Selama ada suplai air, kita terus lakukan pemadaman,”katanya.

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman tidak bisa dilakukan secara cepat. Petugas harus melakukan penyiraman secara berulang untuk memastikan bara api di dalam tumpukan sampah benar-benar padam, sekaligus mencegah api kembali muncul.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana mengatakan, kondisi di lokasi kebakaran masih sangat panas. Karena itu, petugas melakukan pengaturan waktu untuk menjaga keselamatan personel, terutama ketika aktivitas pemadaman berlangsung hingga malam.

“Memang suhu di lokasi kebakaran sangat panas. Sejumlah petugas, menjelang malam kita istirahat,”katanya.

Untuk membantu menemukan titik bara yang tidak terlihat secara kasatmata, BPBD Kuningan memanfaatkan teknologi thermal drone. Perangkat tersebut digunakan untuk memetakan bagian tumpukan sampah yang masih memiliki suhu tinggi, sehingga dapat menjadi sumber munculnya kembali api.

Baca Juga:Di Balik Angka Stunting, Ada Mimpi Anak-anak Kuningan yang Harus DijagaBupati Beberkan Penyebab Temuan LHP BPK

“Thermal drone membantu melihat titik mana yang ada potensi bara api. Yang terlihat itu hanya asap saja, tetapi dari pemetaan thermal drone bisa terlihat bara api untuk kita semprot,”jelasnya.

Ia menyebut, kebutuhan air untuk proses pemadaman dan pendinginan masih cukup besar. Berdasarkan perhitungan sementara, hampir 800 ribu liter air telah digunakan untuk menyemprot area TPSA Ciniru selama penanganan kebakaran.

0 Komentar