“Program NGTS ini diselenggarakan oleh SEAMEO RECFON, lembaga yang berfokus pada pembinaan dan pemantauan gizi anak-anak di tingkat Asia Tenggara,” jelas Euis.
Ia mengungkapkan program tersebut mulai dirintis sejak 2019. Dari empat sekolah percontohan di Kota Cirebon, SMPN 7 dan SMPN 5 berhasil mencapai kategori NGTS Mandiri. Perjalanan itu kemudian mengantarkan SMPN 7 menjadi wakil Indonesia di tingkat regional Asia Tenggara.
Sementara itu, Koordinator Program NGTS SMPN 7 Kota Cirebon, Nindya Hapsari, mengatakan keberhasilan program juga didukung integrasi pendidikan gizi ke dalam seluruh mata pelajaran.
Baca Juga:Resmi Ditutup, Hanya Satu Calon yang Daftar Ketua Kadin Cirebon2027, PPPK Paruh Waktu Berpeluang Diangkat Penuh Waktu, Ini Kata BKPSDM Cirebon
Menurutnya, materi gizi tidak hanya diajarkan secara teoritis, tetapi dihubungkan langsung dengan pembelajaran di kelas. Pada mata pelajaran IPA, misalnya, siswa mempelajari sistem pencernaan yang dikaitkan dengan fungsi nutrisi. Sedangkan pada pelajaran Matematika, kebun gizi dimanfaatkan sebagai media praktik menghitung luas dan keliling.
“Dari komponen edukasi gizi, program ini sudah terintegrasi langsung ke dalam mata pelajaran di kelas,” kata Nindya.
Melalui replikasi program tersebut, Disdik Kota Cirebon berharap semakin banyak sekolah yang mampu membangun budaya hidup sehat, mandiri pangan, serta peduli lingkungan, sehingga berdampak positif terhadap kualitas pendidikan dan kesehatan peserta didik di Kota Cirebon. (ade)
