Pemkab Kuningan mengapresiasi dukungan tersebut sebagai bentuk kepedulian dunia usaha terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha diharapkan tidak berhenti dalam bentuk bantuan sesaat. Dukungan melalui tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR diharapkan berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang menjangkau lebih banyak keluarga, ibu hamil, dan anak-anak.
Gerimis dan Gematel juga diarahkan untuk membangun kebiasaan konsumsi protein hewani sejak dini sekaligus mengoptimalkan potensi pangan lokal Kabupaten Kuningan.
Baca Juga:Berantas Knalpot Brong, Satlantas Polres Kuningan Gencarkan SosialisasiKrisis Air Bersih Melanda Puluhan Keluarga di Desa Cihanjaro Kuningan
Keberhasilan program nantinya tidak hanya dilihat dari jumlah kegiatan yang digelar, tetapi juga dari perubahan status gizi, pola konsumsi, kesehatan ibu dan anak, serta kualitas hidup masyarakat.
Wabup Tuti menegaskan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam penanggulangan stunting. Kolaborasi seluruh pihak dibutuhkan agar program tersebut memberikan dampak nyata bagi generasi mendatang.
“Dari keluarga yang sehat, lahir generasi yang kuat. Dari generasi yang kuat, Kuningan melesat,” ujarnya.
Gerakan Minum Susu dan Gerakan Makan Telur resmi diluncurkan sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Kuningan. (ags)
