Duet KH Miftachul Akhyar-Gus Kikin Pimpin PBNU

PBNU
KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU
0 Komentar

Terpilihnya Gus Kikin melanjutkan perjalanan panjang tokoh kelahiran 17 Agustus 1958 tersebut yang selama ini dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Sebelum dipercaya memimpin PBNU, Gus Kikin telah memiliki pengalaman panjang di lingkungan pesantren, dunia usaha, hingga organisasi NU.

Gus Kikin lahir dari pasangan KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma’shum. Dari jalur ibunya, Gus Kikin memiliki hubungan genealogis dengan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama sekaligus tokoh utama dalam sejarah Pesantren Tebuireng. Ia merupakan cucu Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, putri sulung KH Hasyim Asy’ari. Silsilah keluarganya juga terhubung dengan KH Anwar bin Alwi, pendiri Pesantren Tarbiyatun Nasyi’in Paculgowang, Jombang.

Sesaat setelah ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin mengucapkan ikrar integritas di hadapan para muktamirin. Ia menyatakan kesediaan menjalankan seluruh ketetapan dan keputusan muktamar serta kebijakan organisasi. “Saya bersedia menjalankan semua ketetapan, keputusan, dan kebijakan muktamar dan organisasi sebaik-baiknya. Saya juga bersedia mematuhi kebijakan Rais Aam dan pengurus besar syuriah sebagai pemimpin tertinggi NU,” kata Gus Kikin.

Baca Juga:Tri Sukses Haji: Mabrur, Ekonomi, PeradabanGerakan Zakat Didorong Makin Berdampak

Ia juga menyatakan siap menerima konsekuensi apabila melanggar ketentuan organisasi. “Apabila saya melanggar, saya bersedia dikenai sanksi sesuai AD/ART, peraturan perkumpulan dan peraturan PBNU,” tandasnya. (dsw)

0 Komentar