Bapas Cirebon Panen 20 Kilogram Kangkung dari Galon Bekas

Bapas Kelas I Cirebon
PANEN KANGKUNG: Bapas Kelas I Cirebon memanen 140 ikat atau sekitar 20 kilogram kangkung yang dibudidayakan menggunakan galon air mineral bekas, Selasa (1/9/2026). FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Keterbatasan lahan tidak menghalangi Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Cirebon mendukung program ketahanan pangan. Memanfaatkan ruang terbatas dan galon air mineral bekas sebagai media tanam, Bapas Cirebon berhasil memanen 140 ikat atau sekitar 20 kilogram kangkung.

Program pertanian perkotaan (urban farming) tersebut memadukan metode hidroponik dan media tanah. Galon plastik bekas dimanfaatkan sebagai wadah tanam untuk mengurangi limbah sekaligus mengoptimalkan lahan yang tersedia di lingkungan kantor.

Pengelolaan tanaman dilakukan secara mandiri oleh jajaran Bapas Kelas I Cirebon. Pemanfaatan wadah bekas tersebut menjadi alternatif budidaya tanaman pangan di tengah keterbatasan lahan perkotaan.

Baca Juga:Usia Produktif Lebih Dominan, Temukan 144 Kasus Baru HIV, Dinas Kesehatan Perkuat Screening dan Pengobatan Jemput Masa Depan di Expo Pendidikan SMA Santa Maria 1 Cirebon, Hadirkan 25 Perguruan Tinggi Swasta Terkenal

Kepala Bapas Kelas I Cirebon Yuliana mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan lembaganya terhadap program ketahanan pangan nasional.

“Bapas Kelas I Cirebon siap mendukung program ketahanan pangan nasional dengan memaksimalkan lahan minimalis yang ada,” kata Yuliana.

Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan lingkungan. Pemanfaatan galon bekas menjadi media tanam diharapkan dapat mendorong masyarakat memanfaatkan ruang terbatas untuk menghasilkan pangan.

Panen perdana tersebut menjadi modal bagi Bapas Cirebon untuk mengembangkan pertanian skala mikro di lingkungan kantor. Ke depan, hasil budidaya diharapkan dapat mendukung kebutuhan internal sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat dan instansi lain yang memiliki keterbatasan lahan.

Pemanfaatan sampah plastik sebagai wadah tanam juga menjadi bagian dari upaya mengurangi limbah sekaligus menciptakan ruang hijau produktif di lingkungan perkotaan. (ade)

0 Komentar