Enam Struktur Situs Gunung Ageung Majalengka Resmi Jadi Cagar Budaya

Situs Gunung Ageung, Desa Cipasung, Kecamatan Lemahsugih,
Salah satu struktur bersejarah di Situs Gunung Ageung, Desa Cipasung, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, yang resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya.
0 Komentar

Eman mengapresiasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses inventarisasi, kajian hingga penetapan Cagar Budaya.

Menurut Eman, pemberian status Cagar Budaya bukan akhir dari proses pelestarian. Pemerintah daerah perlu melanjutkannya dengan pemeliharaan, perlindungan, kajian, edukasi, serta pengelolaan yang terukur.

Ia mengatakan, Situs Gunung Ageung juga memiliki potensi untuk mendukung pengembangan pariwisata berbasis sejarah dan kebudayaan. Namun, pengembangan tersebut harus berjalan seimbang dengan kepentingan konservasi.

Baca Juga:Uiversitas Muhammadiyah Cirebon Raih Kelompok Terbaik KKN MAS di MalangWarga Penyangga Gunung Ciremai Perkuat Pasukan Pencegah Karhutla, Dukung Program KDM Jaga Lingkungan

Keterlibatan masyarakat sekitar juga dinilai penting untuk menjaga kawasan dari kerusakan maupun aktivitas yang dapat mengurangi nilai sejarah situs. Edukasi kepada generasi muda diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga warisan budaya.

Selain itu, status Cagar Budaya membuka peluang penelitian lebih lanjut mengenai sejarah, fungsi, dan latar belakang keberadaan enam struktur tersebut. Kajian lintas disiplin diharapkan dapat memperkaya pengetahuan mengenai Situs Gunung Ageung.

Jika dikembangkan sebagai destinasi wisata religi, aspek aksesibilitas, keamanan, kebersihan, infrastruktur, dan kapasitas kunjungan juga perlu direncanakan secara matang agar tidak mengganggu kelestarian situs.

Penetapan enam struktur Situs Gunung Ageung sebagai Cagar Budaya menjadi langkah awal untuk memberikan perlindungan yang lebih kuat terhadap peninggalan sejarah tersebut. Kolaborasi pemerintah daerah, Perhutani, masyarakat, dan pihak terkait diharapkan mampu menjaga kawasan sekaligus mengembangkan manfaatnya untuk pendidikan, penelitian, dan pariwisata tanpa mengorbankan keaslian serta nilai sejarahnya. (bae)

0 Komentar