Hadapi Era AI, ASN Perdagangan Harus Makin Adaptif

KEMENPANRB
HARUS ADAPTIF: Menteri PANRB Rini Widyantini pada peluncuran Trade Corporate University dan Cetak Biru SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045, Rabu (2/9/2026). FOTO: KEMENPANRB
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- JAKARTA- Dinamika geopolitik dan pergeseran rantai pasok global membuat peluang dan risiko perdagangan dapat berubah dengan cepat. Digitalisasi dan artificial intelligence juga mengubah cara transaksi berlangsung, cara pasar bekerja, hingga cara pemerintah merumuskan kebijakan. Pada saat yang sama, persaingan global dan tuntutan keberlanjutan semakin tinggi.

Perubahan-perubahan tersebut tidak cukup dijawab hanya dengan regulasi atau teknologi. Karena itu, ASN perdagangan harus mampu belajar secepat perubahan, agar tetap relevan dan menjadi future-ready trade talent.

“Saya sangat mengapresiasi langkah Kementerian Perdagangan karena hari ini kita melaksanakan peluncuran dua bekal penting, yakni arah jangka panjang melalui Cetak Biru SDM dan mesin pembelajaran melalui Trade Corporate University. Keduanya menjadi fondasi penting dalam menyiapkan ASN perdagangan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Menteri PANRB Rini Widyantini dalam sambutannya pada Peluncuran Trade Corporate University dan Cetak Biru SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 di Auditorium Kementerian Perdagangan.

Baca Juga:DPRD Soroti Rangkap Kursi di Perumda Air Minum Tirta Jati, Cakra: Direktur Kok Mengawasi Diri Sendiri?Rp28 Triliun untuk Pertanian, Bawang Putih Jadi Target

Menteri Rini menjelaskan, ada tiga kapabilitas strategi yang perlu di perkuat guna membangun SDM sektor perdagangan yang berdaya saing global. Pertama, kebijakan dan negosiasi; Kedua, pengembangan ekspor; serta Ketiga, digital, data, dan kepemimpinan. Menurutnya, untuk membangun tiga kapabilitas tersebut tidak bisa hanya mengandalkan pembelajaran di ruang kelas. Di sinilah Trade Corporate University menjadi penting sebagai ekosistem pembelajaran terintegrasi.

“Ini juga sesuai dengan amanat UU ASN Nomor 20 Tahun 2023 bahwa pembelajaran ASN harus berlangsung terus-menerus, terintegrasi dengan pekerjaan, terkait dengan komponen manajemen ASN, serta terhubung dengan ASN lintas instansi dan pihak lain,” ungkapnya.

Rini mengatakan, Corporate University (CorpU) bukan sekadar lembaga atau tempat pelatihan, tetapi ekosistem pembelajaran yang menghubungkan strategi organisasi, pengembangan kompetensi, dan kinerja ASN. Oleh karena itu, perubahan cara belajar harus diikuti juga dengan perubahan cara mengukur keberhasilan.

“Jadi rantai dampaknya harus utuh mulai dari Learning, Capability, Performance, Organizational Impact, hingga Public Value. Pembelajaran yang relevan meningkatkan kemampuan. Kemampuan diterapkan dalam pekerjaan. Penerapan itu memperbaiki kinerja. Kinerja yang membaik membantu organisasi mencapai sasaran strategis. Dan pada akhirnya, masyarakat serta dunia usaha merasakan manfaatnya,” imbuhnya.

0 Komentar