RADARCIREBON.ID – Bantuan becak motor listrik mulai dipersiapkan untuk disalurkan kepada masyarakat Kabupaten Kuningan. Sebelum menerima kendaraan tersebut, para calon penerima menjalani verifikasi dan uji coba untuk memastikan unit dapat digunakan secara aman dan sesuai kebutuhan.
Para calon penerima diminta langsung mengoperasikan kendaraan untuk memastikan kemampuan mengemudi sekaligus memahami penggunaannya.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kuningan H Toto Tohari mengatakan program bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah yang perlu dikawal agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Baca Juga:IDI Perluas Akses Kesehatan, Dokter Spesialis Sambangi Subang Kuningan Capacity Building Perkuat Kompetensi Guru PAUD di Kuningan
Menurutnya, seluruh anggota Fraksi Gerindra memiliki tanggung jawab untuk mengawal pelaksanaan program tersebut di daerah.
“Ini program Pak Prabowo. Seluruh anggota Fraksi Gerindra diwajibkan mengawal program ini,” ujarnya.
Pada tahap awal, Kabupaten Kuningan mendapat alokasi sekitar 200 unit becak motor listrik. Bantuan tersebut direncanakan menyasar desa-desa, terutama desa wisata, untuk mendukung mobilitas sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat.
Toto menjelaskan kendaraan tersebut merupakan produk PT Pindad dan penggunaannya akan diarahkan sesuai karakteristik wilayah penerima.
“Ini produksi Pindad, becak listrik. Lokusnya desa wisata, jadi penyebarannya di Kuningan diarahkan ke sana,” katanya.
Menurut Toto, pemanfaatan becak listrik tidak harus terbatas pada pengangkutan penumpang. Di wilayah perdesaan dan kawasan pinggiran, kendaraan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pertanian maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia menilai kendaraan tersebut dapat membantu petani mengangkut hasil panen sekaligus mendukung pelaku UMKM dalam menjalankan aktivitas usaha.
Baca Juga:Umrah Wadiah Menabung Bertahap Mulai Rp500 RibuPolres Kuningan Sita 62 Botol Miras dari Sejumlah Warung
“Kalau wilayah pinggiran, bisa menjadi alternatif bagi petani. Bisa dimanfaatkan untuk angkutan hasil panen maupun untuk pelaku UMKM. Jadi, ini untuk pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga mendorong agar kuota bantuan untuk Kuningan dapat ditambah. Jika alokasi memungkinkan, ia mengusulkan setiap desa yang belum menerima bantuan mendapatkan satu unit becak listrik.
Menurutnya, pemerataan bantuan akan membuat manfaat program tersebut dapat dirasakan lebih luas, terutama di desa yang memiliki potensi wisata dan kegiatan ekonomi masyarakat.
“Satu desa satu becak kalau kuotanya mencukupi. Awalnya katanya 200 unit. Saya mengajukan supaya ditambah lagi, sehingga setiap desa yang belum ada bisa mendapatkan,” tuturnya.
