Bagi Mahful, mengoperasikan kendaraan listrik tersebut juga bukan perkara sulit. Ia sudah cukup familiar dengan sistem kendaraan listrik karena anak-anaknya memiliki sepeda listrik.
“Anak-anak punya sepeda listrik, jadi saya langsung lancar tanpa kendala, sudah langsung di jalan,” katanya.
Namun, tidak semua penerima langsung percaya diri mengendarai becak listrik di jalan raya. Dulka, salah satu penerima bantuan, misalnya, masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Faktor usia dan kondisi lalu lintas menjadi alasan dirinya belum berani melaju di jalan yang ramai.
Baca Juga:Pemerintah Kabupaten Cirebon Awasi Distribusi, Cegah Penimbunan Bahan PokokPorprov Jabar 2026, Kontingen Cirebon Kirim 391 Atlet dari 38 Cabor, Target Masuk 15 Besar
Untuk sementara, Agus membantu mengajarinya. Agus sendiri bukan penerima bantuan. Namun, ia mendapat kesempatan menjajal becak listrik milik Dulka. Dari pengalaman tersebut, ia memahami mengapa kendaraan itu menjadi sesuatu yang menarik bagi para pengayuh becak lansia.
“Ini milik Dulka yang dapat bantuan. Dia orang sudah tua, masih ngeri kalau di jalan mengendarai becak listrik. Jadi, ya, masih proses diajarin sama saya,” ujar Agus.
Dulka sebenarnya sudah mulai mencoba menarik penumpang. Namun, ia memilih melakukannya pada malam hari ketika kondisi jalan lebih lengang.
“Kalau malam sudah mulai narik, tapi dekat-dekatan yang sepi. Kalau siang padat kendaraan, dia takut,” kata Agus.
Ia pun ikut merasakan perbedaan antara becak listrik dan becak konvensional. Jika becak biasa mengandalkan kekuatan kaki, becak listrik membuat pengayuh cukup mengendalikan kendaraan dengan tuas gas.
“Setiap ngayuh ketawa sendiri, enak banget. Lebih ringan dan tidak capek. Tinggal gas saja,” ucapnya.
Bagi Mahful, bantuan becak listrik bukan sekadar kendaraan baru. Lebih dari itu, becak listrik menjadi alat untuk mempertahankan penghasilan di tengah usia yang semakin bertambah.
Baca Juga:Polresta Cirebon Terjunkan Water Canon Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak KekeringanKomisi I DPRD Cirebon Tegaskan Semua SKPD Berbasis Risiko Wajib Ikut Bimtek
Ia menilai bantuan tersebut cukup tepat sasaran karena menyasar pengayuh becak lanjut usia yang merupakan warga Kota Cirebon.
Namun, menurutnya, tidak semua pengayuh becak dapat menerima bantuan. Salah satu alasannya karena banyak pengayuh becak di Kota Cirebon justru berasal dari luar daerah.
“Banyak yang enggak dapat, soalnya khusus warga kota dan tua. Tukang becak banyak yang dari Indramayu dan luar kota. Warga kota tidak banyak,” ujarnya.
