RADARCIREBON.ID – Tangan Mahful mantap memegang setang becak listrik. Ia tak lagi harus mengayuh pedal dengan kedua kakinya untuk membawa penumpang berkeliling Kota Cirebon. Cukup memutar tuas gas, becak listrik itu melaju.
Bagi Mahful, perubahan sederhana tersebut terasa begitu berarti. Di usia 66 tahun, tenaga tentu tak lagi sekuat ketika masih muda. Selama bertahun-tahun, ia mengandalkan kekuatan kaki untuk mengayuh becak demi mendapatkan penghasilan.
Kini, setelah menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto, pekerjaannya terasa jauh lebih ringan.
Baca Juga:Pemerintah Kabupaten Cirebon Awasi Distribusi, Cegah Penimbunan Bahan PokokPorprov Jabar 2026, Kontingen Cirebon Kirim 391 Atlet dari 38 Cabor, Target Masuk 15 Besar
Warga RW 01, Kelurahan Kejaksan, Kota Cirebon, itu mengaku sudah dua hari menggunakan becak listrik untuk mengangkut penumpang. Selain penumpang umum, ia juga kerap mengantar anak-anak di sekitar rumahnya.
“Alhamdulillah, nganter anak-anak, jadi penghasilan juga bertambah. Sudah dua hari dipakai. Enak berkendaranya, enggak ngayuh, tinggal gas saja,” ujar Mahful.
Senyumnya mengembang ketika bercerita tentang pengalaman barunya tersebut. Bukan hanya tubuh yang terasa lebih ringan. Pendapatannya pun ikut meningkat.
Jika sebelumnya Mahful rata-rata membawa pulang sekitar Rp50 ribu sehari, kini penghasilannya bisa mencapai Rp75 ribu hingga Rp80 ribu per hari.
Bagi pengayuh becak seperti dirinya, tambahan Rp25 ribu hingga Rp30 ribu sehari tentu bukan angka kecil. Apalagi, pekerjaan tersebut kini tidak lagi menguras tenaga seperti sebelumnya.
Mahful biasa mangkal di kawasan Pasar Balong. Sejak mendapatkan becak listrik, ia tidak perlu lagi memikirkan tenaga untuk mengayuh sepanjang hari.
Soal perawatan pun, menurutnya, tidak rumit. Ia hanya perlu mengisi daya baterai di rumah.
Baca Juga:Polresta Cirebon Terjunkan Water Canon Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak KekeringanKomisi I DPRD Cirebon Tegaskan Semua SKPD Berbasis Risiko Wajib Ikut Bimtek
“Cuman ngecas saja di rumah. Empat jam ngecas, buat dua hari. Dipakai dua hari,” tuturnya.
Becak listrik itu juga diterimanya tanpa harus membayar biaya pembelian. Mahful hanya mengeluarkan sekitar Rp10 ribu untuk membeli meterai dalam proses administrasi.
Ada satu ketentuan yang harus dipatuhi penerima bantuan. Becak listrik tersebut tidak boleh dijual ataupun digadaikan.
“Gratis semua, cuman keluar Rp10 ribu buat beli meterai saja. Ada perjanjian tidak boleh dijual dan tidak digadaikan. Itu saja, saya senang banget begitu menerima becak listrik ini, pada Jumat kemarin,” ujarnya.
