Edo Menoleh, Farida Tak Kelihatan, Pelantikan Eselon III dan IV Menarik Perhatian

pelantikan Pejabat Kota Cirebon
LANTIK PEJABAT: Wali Kota Cirebon Effendi Edo (kanan) menyaksikan penandatangan naskah usai pelantikan pejabat Eselon III dan IV, kemarin. Agenda itu tak dihadiri Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati. Foto: Abdullah/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Terulang lagi. Pelantikan pejabat di lingkup Pemkot Cirebon kembali menarik perhatian. Seperti beberapa peristiwa sebelumnya, kali ini Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati kembali tak hadir. Wali Kota Effendi Edo pun sempat menoleh ke arah barisan jajaran Eselon II dan mencari Farida. “Bu Wakil Wali Kota kelihatannya belum hadir ya,” ujar Edo, sebelum memulai sambutan.

Pelantikan pejabat Eselon III dan IV itu sendiri digelar di Grage City Hub atau Kawasan Grage City Mall (GCM), Senin (7/9/2026). Pantauan Radar Cirebon, Wali Kota Edo melanjutkan sambutannya setelah sempat mencari sang wakil. Farida sendiri memang tidak hadir dalam prosesi pelantikan puluhan pejabat Eselon III dan IV tersebut.

Sementara Edo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa rotasi dan promosi jabatan di lingkungan pemerintahan merupakan hal yang biasa dan lumrah dilakukan. Pelantikan yang digelar di ruang terbuka itu, kata Edo, sebagai penegasan bahwa prosesnya berjalan transparan. Semua dapat menyaksikan sumpah jabatan tanpa ditutup-tutupi.

Baca Juga:Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Meluas, Ratusan Penerbangan TerdampakKertajati Jadi Alternatif, Flight dari Arab Saudi Sudah Masuk

Bahkan surat undangan pelantikan sudah diedarkan jauh-jauh hari atau sejak Jumat (4/9/2026), untuk mengantisipasi adanya koreksi yang tidak perlu serta memastikan kesiapan seluruh pihak yang dilantik.

Edo menegaskan bahwa tidak ada lagi ruang untuk praktik jual beli jabatan maupun sistem “titipan” dari pihak mana pun, termasuk dari wali kota atau pejabat lainnya.

Ia mengatakan pemilihan pejabat dilakukan secara murni berdasarkan kinerja dan prestasi kerja individu, bukan atas dasar titipan ataupun urusan finansial. “Jika ada yang mengatakan bahwa kenaikan jabatan ini adalah titipan atau hasil perjuangan dari pihak tertentu, itu tidak benar dan merupakan kebohongan. Kami memilih rekan-rekan semua murni berdasarkan kinerja,” tegasnya.

Wali Kota menyampaikan, melalui koordinasi dengan Kepala BKPSDM Suwarso Budi Winarno AP dan Sekda Iing Daiman, edaran surat undangan telah disebarkan secara merata agar seluruh jajaran, baik di sisi kanan maupun kiri pimpinan, memiliki kesempatan dan kesiapan yang matang dalam mengemban amanah baru.

Pihaknya menegaskan komitmen untuk menerapkan sistem merit dan manajemen talenta dalam penataan karir ASN. Kebijakan ini memastikan bahwa penempatan jabatan ke depan murni berdasarkan kompetensi dan profesionalisme, tanpa ada lagi praktik pilih kasih berdasarkan kedekatan personal, finansial, maupun status sosial.

0 Komentar