RADARCIREBON.ID – Berbagai persiapan terus dilakukan para atlet di Kabupaten Indramayu untuk menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV yang akan digelar pada Oktober-November 2026 mendatang.
Hal serupa dilakukan para atlet sepak takraw Kabupaten Indramayu. Mereka terus meningkatkan intensitas latihan sebagai persiapan menghadapi pertandingan pada Porprov Jabar 2026. Salah satunya adalah cabor sepak takraw.
Pengurus Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Indramayu, Ade Nurjaman mengungkapkan, saat ini para atlet tengah fokus menjalani latihan untuk mempersiapkan diri menghadapi ajang Porprov Jabar 2026.
Baca Juga:Petugas Gabungan Perlu Waktu 3 Jam Untuk Padamkan Kebakaran Kebun di KroyaPeta Administrasi Desa Panyosogan Diperbarui lewat Pena Desa
Berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari latihan fisik, latihan tanding, hingga menggelar try in dengan sejumlah kabupaten lainnya.
“Belum lama atlet kita menggelar try in dengan Kabupaten Banjarnegara, Jateng, di mana, tim takraw dari Banjarnegara juga menurunkan tim regu putri untuk persiapan Porprov,” terang Ade, Senin (7/9/2026).
Ade menyampaikan, PSTI Kabupaten Indramayu akan mengirimkan sebanyak 18 atlet yang terdiri dari sembilan putra dan sembilan putri. Seluruhnya merupakan atlet pilihan yang telah dipersiapkan untuk mengikuti Porprov Jabar XV 2026.
Saat ini, persiapan para atlet masih dilakukan melalui latihan rutin bersama atlet yang tidak mengikuti Porprov Jabar. Latihan tersebut difokuskan pada perbaikan teknik dasar karena tim belum berlatih dengan kekuatan penuh. Rencananya, pada Oktober mendatang mereka akan menjalani training camp (TC) khusus untuk menghadapi Porprov.
Apalagi, sepak takraw merupakan salah satu cabang olahraga (cabor) yang selama ini selalu menjadi andalan Indramayu dalam mendulang medali emas.
“Target tiga medali emas untuk Porprov tahun ini. Porprov tahun ini berbeda dari sebelumnya, karena hanya tuan rumah yang bisa mengikuti empat nomor. Kalau dihitung medali, ada delapan medali yang diperebutkan, yakni empat medali dari nomor putra dan empat medali dari nomor putri,” kata Ade.
Dengan adanya aturan tersebut, lanjut Ade, atlet dari luar daerah hanya bisa memperebutkan maksimal empat medali dari nomor putra dan putri. Padahal, sebelumnya seluruh kabupaten/kota mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperebutkan medali.
