Pesta Siaga SDN Bima Cirebon Tumbuhkan Keberanian, Kreativitas, dan Kekompakan Sejak Usia Dini

Pesta Siaga SDN Bima
Kepala SDN Bima Kota Cirebon Dewi Pujiati SPd memberikan pesan kepada peserta Pesta Siaga di Bumi Perkemahan Ciperna, Rabu (9/9).
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Sebanyak 187 siswa kelas 1 hingga 3 SDN Bima Kota Cirebon mengikuti Pesta Siaga Gugus Depan Bima di Bumi Perkemahan Ciperna, Kabupaten Cirebon, Rabu (9/9/2026). Kegiatan tersebut melibatkan 30 pembina dan pendamping serta mendapat dukungan aktif dari orangtua peserta.

Para peserta berangkat dari SDN Bima sekitar pukul 08.00 menggunakan angkutan kota. Setibanya di lokasi, anak-anak tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka mengikuti permainan, tantangan, dan pentas kreativitas dengan penuh semangat di bawah pendampingan para pembina.

Kepala SDN Bima sekaligus Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), Dewi Pujiati, S.Pd., mengatakan Pesta Siaga bukan sekadar perlombaan atau kegiatan bermain bersama. Kegiatan tersebut dirancang sebagai pengalaman belajar yang menyenangkan melalui aktivitas kepramukaan.

Baca Juga:UMC Hadirkan Living Laboratory Learning di Desa Cikondang, Mahasiswa Belajar dari MasyarakatPSTI Kabupaten Indramayu Targetkan Tiga Emas Porprov

“Yang terpenting adalah memberikan kesempatan kepada setiap Siaga memperoleh pengalaman berharga melalui proses belajar yang menyenangkan dengan Pramuka. Melalui permainan, tantangan, kerja sama, dan kegiatan kreatif, anak-anak belajar menjadi lebih mandiri, disiplin, percaya diri, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dengan teman,” ujar Dewi dalam amanah pembukaan kegiatan.

Menurut Dewi, suasana Pesta Siaga perlu dibuat ceria, aman, mendidik, dan penuh kegembiraan. Karena itu, kegiatan tidak semata-mata menempatkan kemenangan sebagai tujuan, tetapi juga pengalaman dan proses pembentukan karakter. “Belajar dengan gembira, bermain dengan makna, tumbuh menjadi Siaga yang berkarakter,” katanya.

Rangkaian kegiatan meliputi upacara pembukaan dan penutupan, pentas kreativitas barung berupa menyanyi, menari dan yel-yel, serta berbagai permainan edukatif seperti halang rintang, merangkak, estafet air, tarik tambang, dan pindah bola. Peserta juga mendapat kesempatan mengikuti unjuk bakat, antara lain bernyanyi, menari, dan membaca puisi.

Kegiatan ditutup dengan pemberian hadiah dan apresiasi kepada peserta serta pemenang lomba. Dewi berharap pengalaman yang diperoleh anak-anak melalui kegiatan tersebut dapat menjadi bekal dalam membangun keberanian, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama. “Bukan tentang siapa yang menang, tetapi tentang siapa yang mendapatkan pengalaman berharga,” ujarnya.

0 Komentar