Ketika satu usaha berkembang, kebutuhan tenaga kerja pun bertambah. Dari satu usaha dapat muncul pekerjaan baru, rantai pemasok baru, hingga peluang usaha lainnya.
Karena itu, penguatan UMKM tidak bisa dikerjakan sendiri oleh pelaku usaha.
Pemerintah membutuhkan dunia usaha, mentor, lembaga pembiayaan, komunitas, hingga pasar untuk membangun ekosistem yang saling terhubung.
Baca Juga:38 Pohon Tumbang Selama Kemarau – Angin Kencang di Kota CirebonAdira Cabang Cirebon Wahidin Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026
Pemkot Cirebon pun membuka ruang kolaborasi tersebut, mulai dari dukungan informasi, legalitas, pembiayaan, pendampingan hingga akses pasar.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda satu hari, tetapi menghasilkan jaringan bisnis baru, pengetahuan manajerial yang bisa diterapkan, serta keberanian untuk mengeksekusi rencana pengembangan usaha,” ungkap Edo.
Pada akhirnya, tantangan UMKM bukan hanya bagaimana membuat produk yang bagus. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana produk tersebut menemukan pasar, menghasilkan keuntungan yang sehat, dikelola secara profesional, lalu berkembang menjadi usaha yang mampu bertahan dalam jangka panjang.
AKSARA Jabar 2026 mencoba membuka jalan ke arah itu: mengubah pola pikir dari sekadar berjualan untuk bertahan menjadi membangun bisnis untuk tumbuh.
Dari Cirebon, langkah kecil itu diharapkan berkembang menjadi jejaring usaha yang lebih besar dan membawa produk lokal menembus pasar yang lebih luas. (*)
