UMKM Tidak Cukup Hanya Andalkan Modal, Akselerasi Wirausaha Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas 

Regional Offline AKSARA Jawa Barat 2026
PRODUK UNGGULAN: Puluhan pelaku usaha UMKM mengikuti kegiatan Regional Offline AKSARA Jawa Barat 2026 di Kota Cirebon, Selasa (8/9/2026). FOTO: IST/RADAR CIREBON
0 Komentar

“Kita ingin pelaku usaha bergeser dari sekadar menjalankan rutinitas transaksi harian menuju entitas ekonomi yang memiliki fondasi yang kuat, adaptif terhadap perubahan pasar, dan mempunyai proyeksi pertumbuhan yang terukur,” katanya.

Kota Cirebon sebenarnya memiliki modal yang cukup kuat untuk mengembangkan kewirausahaan. Letaknya strategis dan menjadi salah satu simpul perdagangan serta jasa di wilayah Ciayumajakuning.

Potensi tersebut semakin besar dengan kekayaan identitas lokal, terutama kuliner dan ekonomi kreatif.

Baca Juga:38 Pohon Tumbang Selama Kemarau – Angin Kencang di Kota CirebonAdira Cabang Cirebon Wahidin Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026

Namun, potensi tidak akan banyak berarti jika produk hanya berputar di pasar yang sama.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan tantangan berikutnya adalah mempertemukan produk UMKM dengan pasar.

“Jadi bukan hanya memberikan materi, tetapi bagaimana kita sinkronisasikan produk yang sudah ada dengan market. Produk lokal dari Cirebon, Kuningan dan daerah lainnya harus bisa memiliki pasar yang lebih luas,” kata Dedi.

Menurut Dedi, pendampingan harus berlanjut hingga produk peserta benar-benar memiliki peluang dipasarkan. Narasumber dan pendamping AKSARA tidak cukup hanya menyampaikan teori, tetapi perlu membantu membuka akses kepada calon pembeli maupun mitra usaha.

Dengan demikian, pelatihan tidak berakhir ketika kegiatan selesai.

Salah satu pasar yang dinilai potensial adalah belanja pemerintah. Produk lokal dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tertentu, seperti suvenir atau merchandise dalam berbagai kegiatan.

Bagi UMKM, langkah tersebut memiliki dua manfaat sekaligus. Produk mendapatkan pasar, sementara identitas produk lokal semakin dikenal.

Pengembangan UMKM pada akhirnya bukan hanya tentang berapa banyak produk yang terjual dalam sehari.

Baca Juga:Becak Listrik Bikin Pebecak Lansia di Cirebon Tersenyum, Tak Lagi Harus Mengayuh, Penghasilan Naik Rp80 RibuSD Islam Al Azhar 3 Cirebon Borong Prestasi hingga Tingkat Internasional

Ada tujuan yang lebih besar, yakni bagaimana sebuah usaha mampu tumbuh, menyerap tenaga kerja, dan menciptakan sumber penghasilan baru bagi masyarakat.

Dedi mengatakan pelaku usaha yang hadir dalam AKSARA memiliki peluang untuk menjadi penggerak ekonomi di daerah masing-masing.

“Kita harus bangga dengan teman-teman yang hadir. Mereka bukan hanya menciptakan usaha untuk dirinya sendiri, tetapi diharapkan nantinya mampu menciptakan lapangan kerja baru,” tuturnya.

Harapan itu menjadi penting karena UMKM selama ini bukan hanya berperan sebagai unit usaha, tetapi juga menjadi salah satu pintu masuk masyarakat menuju kemandirian ekonomi.

0 Komentar