RADARCIREBON.ID – Kondisi badan jalan di Jalan Kartini, Kota Cirebon, menjadi perhatian setelah salah satu bagiannya mengalami amblas cukup dalam. Warga terpaksa memasang ban bekas dan tongkat sebagai penanda agar kerusakan tersebut tidak membahayakan pengguna jalan.
Kerusakan itu terjadi di tengah penataan kawasan Jalan Kartini yang sebelumnya telah dilengkapi trotoar, tanaman, hingga penerangan jalan umum (PJU). Namun, kondisi badan jalan yang amblas membuat permukaan jalan tidak lagi rata dan berpotensi membahayakan pengendara, terutama sepeda motor.
Warga menyebut kerusakan tersebut telah berlangsung sekitar tiga minggu. Hingga kini, bagian jalan yang amblas belum mendapat perbaikan permanen.
Baca Juga:Sampah Rumah Tangga Disulap Jadi Sabun, Warga GSP Karyamulya Cirebon Ikuti Pelatihan Eco EnzymeLunas PBB Dapat Hadiah Umrah, Bapenda Cirebon Siapkan 44 Kuota untuk Desa
“Sudah sekitar tiga minggu, sudah ada lubang,” ujar warga sekitar lokasi, Alvin.
Kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan karena Jalan Kartini merupakan salah satu ruas jalan yang ramai dilalui masyarakat. Kerusakan badan jalan berpotensi menjadi jebakan bagi pengendara, terutama saat lalu lintas padat atau ketika lubang tidak terlihat jelas.
Untuk mengantisipasi kecelakaan, warga berinisiatif memasang ban bekas dan tongkat di sekitar bagian jalan yang amblas. Penanda sederhana itu diharapkan dapat membantu pengendara mengetahui adanya kerusakan dan menghindari lokasi tersebut.
“Ya, untung ada yang peduli, memasang ban dan kayu. Jadi, pengguna jalan juga tahu ada lubang. Kalau sampai terjebak, itu sangat berbahaya,” kata Hermina.
Ia berharap kondisi tersebut segera mendapat perhatian dari pihak terkait. Apalagi, penataan trotoar dan PJU di kawasan Jalan Kartini telah dilakukan sehingga kerusakan badan jalan terlihat kontras dengan lingkungan sekitar yang lebih tertata.
Menurutnya, perbaikan perlu segera dilakukan untuk mencegah kerusakan semakin parah sekaligus mengantisipasi kecelakaan. Pemerintah dan dinas terkait diharapkan turun langsung ke lokasi dan melakukan perbaikan secara permanen.
“Kami berharap penanganannya tidak hanya sebatas memasang tanda peringatan, tetapi pemerintah dan dinas terkait segera memperbaiki jalan tersebut secara permanen,” tandasnya. (cep)
