Sampah Rumah Tangga Disulap Jadi Sabun, Warga GSP Karyamulya Cirebon Ikuti Pelatihan Eco Enzyme

eco enzyme
PELATIHAN: Puluhan warga RW 12 Griya Sunyaragi Permai Kelurahan Karyamulya Kota Cirebon mengikuti pelatihan eco enzyme yang mengolah sampah organic menjadi sabun cuci di bank sampah setempat, kemarin. FOTO: IMAN SUDARMAN/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Sampah organik rumah tangga tidak selalu berakhir menjadi limbah. Di RW 12 Kompleks Perumahan Griya Sunyaragi Permai (GSP) Kelurahan Karyamulya Kota Cirebon, sampah justru diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan ekonomi.

Sebanyak 32 warga setempat mengikuti pelatihan pembuatan sabun cuci berbahan eco enzyme yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung.

Pelatihan berlangsung selama lima hari, mulai Senin (7/9) hingga Jumat (11/9/2026) itu, dipusatkan di Bank Sampah RW 12.

Baca Juga:Lunas PBB Dapat Hadiah Umrah, Bapenda Cirebon Siapkan 44 Kuota untuk Desa Terima Audiensi, Kajari Buka Ruang Pengawasan Publik 

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik langsung mengolah eco enzyme menjadi sabun pencuci.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan warga, tetapi juga membuka peluang usaha berbasis pengelolaan sampah.

Sub Koordinator Peningkatan Kompetensi Instruktur dan Tenaga Pelatihan BBPVP Bandung, Yogi Harsanto mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah organik secara ramah lingkungan.

Menurutnya, sampah dari rumah tangga sebenarnya masih dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi berbagai produk.

Salah satunya melalui pembuatan eco enzyme yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk rumah tangga.

“Harapannya, peserta memahami konsep pengelolaan sampah organik dan mampu memanfaatkannya sehingga memberikan nilai guna bagi masyarakat,” kata Yogi.

Dijelaskannya, keterampilan yang diberikan diharapkan bisa diterapkan di lingkungan sekitar.

Peserta juga diharapkan mampu menularkan pengetahuan yang diperoleh kepada warga lainnya.

Baca Juga:Terima Audiensi, Kajari Buka Ruang Pengawasan Publik Jalan Penghubung Dua Kecamatan Dibeton

Selain pelatihan eco enzyme, BBPVP memiliki sejumlah program yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan limbah. Di antaranya pengolahan minyak jelantah, pembuatan lilin, hingga budi daya maggot.

Program tersebut diarahkan untuk mengurangi volume sampah organik rumah tangga yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).

“Upaya tersebut sekaligus mendorong penerapan prinsip zero waste dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujarnya.

Yogi menambahkan, hasil pelatihan juga dapat dikembangkan menjadi produk bernilai jual. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh masyarakat tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan ekonomi peserta.

Sementara itu, Ketua RT 01 RW 12 Mulya Sejahtera Sumadi Chaniago mengatakan, warga diharapkan dapat memanfaatkan keterampilan tersebut setelah pelatihan berakhir.

0 Komentar