FK UGJ Menjemput Era Baru Pengobatan, Merawat Harapan; Buka Jalan Stem Cell di Cirebon

FK UGJ
LEBIH MAJU:  Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (FK UGJ) menunjukkan komitmennya dalam memajukan dunia Kesehatan dengan pengembangan riset genomik dan teknologi sel punca atau stem cell. Foto: Seno Dwi Priyanto/Radar Cirebon
0 Komentar

Program stem cell ini, kata Catur, mendapatkan dukungan penuh dari Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati serta Rektor UGJ. Hal ini mengingat FK UGJ memiliki keunggulan kompetitif di bidang genomik yang belum banyak disentuh oleh fakultas kedokteran lain di Indonesia.

Dari sisi regulasi, kata Catur, FK UGJ memastikan seluruh kegiatan operasional telah merujuk pada peraturan menteri yang berlaku. Standar Operasional Prosedur (SOP), perizinan alat, kelayakan SDM, hingga proses akreditasi masa depan telah dipersiapkan secara matang. “Kehadiran teknologi stem cell di Cirebon ini dapat segera dirasakan manfaatnya guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat luas,” harapnya.

Sel Punca atau stem cell adalah sel induk yang memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri dan berubah menjadi berbagai jenis sel. Sel induk ini mampu meregenerasi sel yang mengalami kerusakan dan berpotensi untuk memperbaiki sistem imun.

Baca Juga:Kajian LBM PWNU Jabar di Tengah Problem Sosial, Bedah Hukum Desil Bansos, Begal, Pajak, hingga BotoksModal Ngutang, Bunga Besar, Furqon Balas Pernyataan Wali Kota soal KPBU APJ

Contohnya yaitu pada pasien peradangan sendi lutut (osteoarthritis), di mana jaringan tulang rawan nya mengalami penipisan sehingga mengganggu kualitas hidup pasien dalam beraktivitas. Sel punca memiliki potensi untuk melakukan regenerasi/perbaikan tulang rawan sehingga terdapat perbaikan fungsi. Stem cell saat ini masih terus dikembangkan, khususnya untuk berbagai penyakit kronis dan penyakit degeneratif yang belum bisa disembuhkan dengan obat-obatan yang sudah ada.

Beberapa potensi sel punca (stem cell) di antaranya yaitu dapat meredakan peradangan, menjaga keseimbangan sistem imun, agen anti-mikrobial, dan lain-lain. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan dalam proses penyembuhan penyakit degeneratif, di antaranya orthopedi (tulang), stroke, jantung, luka bakar, kebotakan, dan lain-lain. (*)

0 Komentar