RADARCIREBON.ID – Inilah babak baru dunia kesehatan di Cirebon. Di tengah perkembangan teknologi kedokteran yang semakin pesat, stem cell atau sel punca mulai menemukan pijakannya lewat Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (FK UGJ).
Yakni, menyiapkan laboratorium dan perangkat pendukung untuk mengembangkan teknologi yang diyakini memiliki potensi besar dalam penanganan berbagai penyakit degeneratif.
Ya, Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati atau FK UGJ terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan dunia kesehatan. Terbaru adalah pengembangan riset genomik dan teknologi sel punca atau stem cell.
Baca Juga:Kajian LBM PWNU Jabar di Tengah Problem Sosial, Bedah Hukum Desil Bansos, Begal, Pajak, hingga BotoksModal Ngutang, Bunga Besar, Furqon Balas Pernyataan Wali Kota soal KPBU APJ
Didukung sumber daya manusia yang mumpuni dari berbagai universitas terkemuka seperti Universitas Indonesia (UI), Mahidol University, Poiter of University Prancis, FK UGJ kini memiliki tenaga ahli yang andal di bidang genetika dan genomik.
Dekan FK UGJ Cirebon Dr dr H Catur Setiya Sulistiana MMed Ed MM mengakui saat ini pihaknya berusaha untuk melakukan kesiapan laboratorium dan ambisi mengembangkan stem cell di Cirebon. Dalam waktu dekat, kata Catur, FK UGJ bersiap mengembangkan teknologi sel punca (stem cell) sesuai dengan arahan pimpinan yayasan dan rektor. Jika selama ini pengembangan stem cell umumnya hanya terpusat di kota-kota besar dan institusi kedokteran ternama di Indonesia, kini FK UGJ Cirebon bertekad menghadirkan layanan regenerasi jaringan stem cell dengan risiko minimal dan teknologi modern di Cirebon.
Persiapan telah dimatangkan melalui penyiapan delapan perangkat alat utama. Dalam menunjang riset dan produksi, FK UGJ telah menyiapkan infrastruktur laboratorium yang bertempat di Kampus 3 Jalan Terusan Pemuda (samping RRI). Laboratorium yang sebelumnya sukses dioperasikan sebagai fasilitas RT-PCR Covid-19 pada periode 2019-2020 kini telah dioptimalkan kembali fungsinya.
Dengan penambahan delapan perangkat alat baru, fasilitas riset ini dinilai telah lengkap, canggih, dan memadai untuk melakukan proses produksi stem cell. “Pengembangan stem cell di FK UGJ tidak hanya berhenti pada skala laboratorium, tetapi dipersiapkan agar dapat langsung diaplikasikan kepada pasien,” ujarnya.
Catur membeberkan, produksi stem cell akan menggunakan bahan dasar yang berasal dari pasien itu sendiri seperti darah atau sumsum tulang belakang, yang kemudian diproses dan disuntikkan kembali kepada pasien yang bersangkutan. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir risiko serta komplikasi medis, dengan menggandeng para dokter spesialis, baik di dalam maupun di luar Cirebon.
