“Kalau ekosistemnya profesional, atlet akan lebih fokus berprestasi. Mereka juga harus mendapatkan pembinaan yang baik, perlindungan dalam kontrak, dan perhatian terhadap kesehatan mental,” ungkapnya.
Untuk Kabupaten Majalengka, Dadan berharap kebijakan PB ESI periode 2026–2030 dapat semakin membuka peluang bagi atlet daerah untuk mengikuti kompetisi di jenjang yang lebih tinggi.
ESI Majalengka, lanjutnya, akan terus mendorong pembinaan atlet melalui kompetisi dan berbagai kegiatan yang menjadi wadah pencarian bibit-bibit baru.
Baca Juga:Korban Dugaan Penipuan Cari Keadilan, Modus Kerja Sama MBG, Kerugian Rp700 JutaMahasiswa KKM UMC 2026 Hadirkan Hidroponik Berbasis Panel Surya di Desa Cikondang
“Kami siap bersinergi dengan PB ESI dan seluruh stakeholder di daerah. Harapannya, semakin banyak atlet esports asal Majalengka yang mampu berprestasi dan membawa nama daerah hingga tingkat nasional, bahkan internasional,” pungkasnya.
Kepemimpinan baru PB ESI periode 2026–2030 diharapkan dapat memperkuat pembinaan esports dari tingkat akar rumput hingga jenjang profesional. Bagi Kabupaten Majalengka, momentum tersebut menjadi peluang untuk memperkuat pembinaan sekaligus membuka ruang bagi generasi muda yang memiliki potensi di bidang esports dan industri digital. (bae)
