RADARCIREBON.ID – Kasus dugaan penipuan dengan modus kerja sama suplai bahan baku untuk dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Majalengka hingga kini belum menemui titik terang.
Korban, Ammer Mourad R, mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong pengusutan perkara yang disebutnya menyebabkan kerugian hampir Rp700 juta tersebut.
Selain melapor ke Polres Majalengka, Ammer mengaku telah menemui sejumlah pejabat dan lembaga terkait untuk menyampaikan perkembangan perkara tersebut. Di antaranya Propam, Kepala BKPSDM Kabupaten Majalengka, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, serta Wakil Bupati Majalengka.
Baca Juga:Mahasiswa KKM UMC 2026 Hadirkan Hidroponik Berbasis Panel Surya di Desa CikondangBupati Indramayu Larang Truk Lewat Jembatan di Desa Jatimulya
Sementara itu, untuk Kapolres dan Bupati Majalengka, Ammer mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut melalui pesan. Ia juga mengaku telah mengirimkan pesan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
“Yang sudah ditemui itu Propam, Pak Kepala BKPSDM, Sekdis Dinkes, dan Wakil Bupati. Untuk Kapolres dan Bupati, sama Pak Gubernur juga saya sudah mengirimkan pesan,” ujar Ammer.
Ia mengatakan berbagai langkah tersebut dilakukan agar laporan yang disampaikannya sejak Maret 2026 dapat segera ditindaklanjuti dan diusut secara menyeluruh.
Dari sisi kepegawaian, Ammer menyoroti proses administrasi yang menurutnya masih menjadi kendala.
Ia mengatakan BKPSDM Kabupaten Majalengka masih menunggu surat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka. Menurutnya, surat tersebut diperlukan sebagai salah satu dasar untuk melakukan pemanggilan dan pemeriksaan lebih lanjut terhadap dua orang yang disebut berkaitan dengan perkara tersebut.
“BKPSDM menunggu surat dari Dinkes sampai berminggu-minggu belum diserahkan. Itu bahan dasar BKPSDM memanggil lebih lanjut keduanya,” bebernya.
Sebelumnya, Ammer menyebut perkara tersebut berkaitan dengan dua pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka. Ia berharap proses administrasi segera diselesaikan sehingga pemeriksaan dari sisi kepegawaian dapat dilakukan.
Baca Juga:Anggota Polisi Tertibkan Jukir Liar di Depan SPBU PatrolKekeringan Makin Meluas, Karhutla Terus Mengintai Kabupaten Majalengka
Ammer mengungkapkan, kasus tersebut bermula dari tawaran kerja sama penyediaan bahan baku untuk dapur MBG. Dalam skema yang ditawarkan, ia diminta menyediakan modal untuk pembelian bahan baku berdasarkan invoice.
Menurut Ammer, transaksi dilakukan secara berkala, sedangkan modal beserta keuntungan dikembalikan setiap pekan. Pola tersebut, kata dia, membuat kerja sama terlihat berjalan normal selama beberapa bulan.
