RADARCIREBON.ID – Persoalan ketidaksesuaian data kesejahteraan sosial masih terjadi di Kabupaten Cirebon. Sejumlah warga yang merasa kondisi ekonominya tidak mampu justru tercatat dalam desil tinggi.
Kondisi tersebut membuat pengajuan perubahan atau penurunan desil terus bermunculan.
Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon mengakui, hampir setiap hari terdapat warga yang mengajukan perbaikan data.
Kepala Dinsos Kabupaten Cirebon Drs Hafidz Iswahyudi MSi mengatakan, pengajuan penurunan desil menjadi salah satu persoalan yang cukup banyak ditemukan dalam proses pemutakhiran data kesejahteraan sosial. “Memang setiap hari banyak warga yang mengajukan penurunan desil,” ujar Hafidz.
Baca Juga:BPJS Aktif Baru 65 Persen, Soroti Pembiayaan, DPRD Buka Opsi Penerapan Subsidi SilangDana Desa Kabupaten Cirebon Dipangkas, Penyerapan Ikut Lambat
Menurutnya, masyarakat yang ingin mengajukan perubahan data tidak perlu datang langsung ke kantor Dinsos.
Pengajuan dapat disampaikan melalui pemerintah desa (pemdes) atau kuwu masing-masing. “Tidak perlu datang langsung ke Dinsos. Bisa melalui pemdes atau kuwu masing-masing,” jelasnya.
Setelah menerima pengajuan warga, pemerintah desa dapat membantu meneruskan proses perubahan data sesuai mekanisme yang berlaku.
Selain melalui pemerintah desa, pengajuan perbaikan data juga dapat dilakukan menggunakan aplikasi yang telah disediakan untuk pemutakhiran data sosial ekonomi.
Meski demikian, Hafidz mengakui, proses pemutakhiran data masih menghadapi sejumlah kendala.
Salah satunya gangguan pada sistem yang menyebabkan data yang ditampilkan belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi warga di lapangan.
Diakuinya, ketidaksesuaian desil menjadi persoalan penting karena data sosial ekonomi digunakan sebagai salah satu dasar dalam menentukan sasaran program bantuan dan intervensi pemerintah.
Baca Juga:Lunas PBB Dapat Hadiah Umrah, Pemkab Siapkan 44 Kuota untuk Pemerintah DesaTerungkap! 49 dari 60 Puskesmas di Kabupaten Cirebon Masih Berdiri di Lahan Sewa
Karena itu, warga yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan data yang tercatat didorong segera mengajukan perbaikan melalui jalur yang tersedia.
“Kami berharap pemutakhiran data dilakukan secara berkelanjutan sehingga kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat tergambar lebih akurat,” ujarnya.
Terpisah, Kuwu Desa Pegagan Kecamatan Palimanan, Deni Harman mengatakan, pengajuan perubahan desil terus bertambah, terutama dalam dua bulan terakhir setelah pelaksanaan sensus ekonomi.
“Kalau dari pengusulan itu sudah hampir 300-an. Sekarang memang mulai banyak yang melapor karena merasa desilnya tidak sesuai,” kata Deni, kemarin.
