Program ini sekaligus menjadi sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam mengenal teknologi sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya transfer pengetahuan dari mahasiswa kepada masyarakat, sistem hidroponik yang telah dibuat diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan setelah kegiatan KKM berakhir.
Respons positif juga datang dari masyarakat Desa Cikondang. Kehadiran sistem hidroponik berbasis panel surya memberikan pengalaman baru sekaligus membuka ketertarikan masyarakat untuk mencoba menerapkan konsep serupa secara mandiri.
“Menurut saya, program ini memberikan pengetahuan dan inspirasi baru, bukan hanya bagi saya tetapi juga bagi masyarakat Cikondang. Setelah melihat langsung cara kerja hidroponik ini, saya jadi tertarik untuk mencoba membuatnya sendiri di rumah dan mengembangkannya sesuai dengan kondisi serta lahan yang saya miliki,” ujar salah satu warga Desa Cikondang.
Baca Juga:Bupati Indramayu Larang Truk Lewat Jembatan di Desa JatimulyaAnggota Polisi Tertibkan Jukir Liar di Depan SPBU Patrol
Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa pengenalan teknologi melalui praktik secara langsung dapat membuka wawasan masyarakat terhadap berbagai alternatif yang dapat diterapkan di lingkungan sekitar. Hidroponik berbasis panel surya tidak hanya diperkenalkan sebagai sebuah alat, tetapi juga sebagai contoh bagaimana teknologi dapat dikombinasikan dengan potensi sumber daya yang tersedia di lingkungan masyarakat.
Ke depan, keberlanjutan program ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan KKM. Masyarakat dapat memanfaatkan instalasi yang telah dibuat sebagai media pembelajaran sekaligus mengembangkan sistem hidroponik sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki.
