RADARCIREBON.ID – Pelaksanaan Haul Agung Kanjeng Sinuhun Sunan Gunung Jati, Syekh Syarif Hidayatullah segera terwujud. Rencananya, Haul Akbar akan digelar pada akhir pekan ini, Sabtu (19/9/2026) di Masjid Syarif Abdurachman, kompleks makam Sunan Gunung Jati, Cirebon.
Haul tersebut mengusung semangat Merawat Pusaka, Menebar Kemaslahatan, dan Membangun Kehidupan Umat yang Lebih Baik. Pelaksanaan Haul Akbar nanti bukan cuma diproyeksikan sebagai agenda tahunan, tapi momentum menyatukan berbagai elemen masyarakat serta menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan Sunan Gunung Jati dalam kehidupan sosial, budaya, ekonomi, politik, dan keagamaan.
Hal itu seperti disampaikan KH Abdul Hayyi selaku Ketua Tim Perumus Penyelenggaraan Haul Akbar Kanjeng Sinuhun Sunan Gunung Jati, Syekh Syarif Hidayatullah. Ia mengatakan, penyelenggaraan haul dirancang dalam tiga tahapan. Yakni program jangka pendek, menengah, dan panjang. “Jangka pendek ingin memantik dan memotivasi bahwa haul ini adalah haul kita semua, oleh kita semua,” ujar KH Abdul Hayyi kepada Radar Cirebon, Rabu (16/9/2026).
Baca Juga:BPJS Aktif Baru 65 Persen, Soroti Pembiayaan, DPRD Buka Opsi Penerapan Subsidi SilangDana Desa Kabupaten Cirebon Dipangkas, Penyerapan Ikut Lambat
Menurutnya, sedikitnya ada sembilan elemen yang terlibat dalam gerakan besar tersebut. Pertama, kalangan kiai, pesantren, dan gugus-gugus pesantren. Kedua, elemen keraton beserta jejaringnya di wilayah Cirebon maupun luar Cirebon. Ketiga, para ilmuwan dan cendekiawan. Keempat, budayawan, seniman, serta sejarawan. Kelima, keturunan Sunan Gunung Jati, baik yang berada di wilayah Cirebon maupun berbagai daerah hingga luar Indonesia.
Keenam, para pengambil kebijakan, baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif di tingkat kabupaten dan kota. Ketujuh, tokoh lintas agama, lintas daerah, etnik, dan suku bangsa. Kedelapan, kalangan pengusaha dan masyarakat luas yang memiliki keterkaitan dengan Syekh Syarif Hidayatullah. Kesembilan, tokoh masyarakat dan seluruh lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang agama, etnik, budaya, dan profesi. “Pemantiknya adalah haul agung yang akan kita laksanakan dalam jangka pendek ini,” terang Kiai Hayyi.
Sementara, dalam program jangka menengah, lanjut Kiai Hayyi, Haul Agung akan diarahkan untuk menghidupkan kembali semangat wasiat Sunan Gunung Jati, termasuk kepedulian terhadap fakir miskin dan anak yatim. Menurutnya, haul tidak boleh berhenti pada aspek spiritual semata. Nilai-nilai ajaran dan tarekat Sunan Gunung Jati juga perlu diterjemahkan dalam kehidupan nyata. Termasuk dalam kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan budaya. “Spirit beragama tidak boleh melepaskan kehidupan ideologi, politik, sosial, dan budaya. Semuanya harus dikombinasikan,” tegasnya.
