RADARCIREBON.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengatasi kemacetan yang terjadi hampir setiap hari di kawasan Asia dan Surya, Jalan Karanggetas. Salah satu skema yang disiapkan yakni kanalisasi menggunakan road barrier atau separator portabel.
Kemacetan di kawasan tersebut terjadi terutama sejak pusat perbelanjaan dan pertokoan mulai beroperasi hingga sore hari. Ruang jalan menyempit akibat angkutan kota (angkot) yang berhenti menunggu penumpang, kendaraan yang parkir di badan jalan, serta aktivitas pedagang yang memanfaatkan trotoar.
Kondisi tersebut membuat arus kendaraan bercampur dengan aktivitas pejalan kaki dan kendaraan yang keluar-masuk pusat perbelanjaan. Tingginya hambatan samping turut memperlambat pergerakan lalu lintas.
Baca Juga:Butuh Rp720 Miliar untuk Perbaikan Jalan di Kabupaten Cirebon, Target Tuntas 2029Musim Hujan Mundur, 12 Desa Alami Krisis Air Bersih
Kepala Dishub Kota Cirebon Gunawan mengatakan, kawasan Asia dan Surya merupakan salah satu titik rawan kemacetan yang terjadi setiap hari.
“Daerah rawan macet itu di antaranya kawasan Asia dan Surya. Terjadi setiap hari dari jam 9 pagi sampai sore, ketika toko-toko buka,” kata Gunawan, Kamis (8/10/2026).
Menurut Gunawan, persoalan tersebut sebelumnya telah dibahas dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Sejumlah skema telah dikaji, termasuk perubahan arah arus kendaraan di sekitar lokasi.
Namun, perubahan arus dinilai memiliki konsekuensi terhadap jaringan jalan di sekitarnya sehingga membutuhkan pengaturan lebih kompleks. Karena itu, Dishub mengarah pada rekayasa yang lebih sederhana melalui kanalisasi.
Rencananya, road barrier atau separator portabel dipasang sepanjang sekitar 100 meter. Kanalisasi membentang dari depan kawasan pertokoan Asia dan Surya hingga simpang lampu merah Jalan Karanggetas-Jalan Bahagia-Jalan Pagongan.
Pemasangan pembatas tersebut diharapkan dapat menghilangkan ruang parkir di badan jalan. Ruang tersebut kemudian dikembalikan untuk pergerakan kendaraan, termasuk angkot dan kendaraan yang hendak masuk ke pusat perbelanjaan.
“Harapannya parkir-parkir di situ hilang dengan sendirinya karena pasti ruang jalannya akan digunakan untuk kendaraan yang akan masuk ke situ (toserba), dan angkot-angkot,” ujarnya.
Baca Juga:SKCK Online Mulai Diuji Coba di Majalengka, Warga Bisa Daftar Lewat Super App PolriAngkutan Sampah Terhenti Dua Hari, DLH Kerahkan Alat Berat, Kebakaran di TPA Gunung Santri Berhasil Dipadamkan
Gunawan mengatakan, pola serupa sebelumnya telah diterapkan di depan Nasi Jamblang Mang Dul. Setelah kanalisasi dan kantong parkir disediakan, aktivitas parkir sepeda motor yang sebelumnya memenuhi badan jalan dapat ditertibkan.
